Pemegang Saham BRPT Restui Right Issue USD1 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 11 Apr 2018 15:14 WIB
barito pacific
Pemegang Saham BRPT Restui <i>Right Issue</i> USD1 Miliar
Direktur Utama PT Barito Pacific Tbk Agus Salim Pangestu (kedua kiri). (FOTO: ANTARA/Audy Alwi)

Jakarta: Pemegang saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menyetujui rencana perseroan menerbitkan saham baru (rights issue) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Selain itu, pemegang saham juga menyetujui rencana akuisisi Star Energy Group Holdings Pte Ltd.

Hal tersebut tertuang dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Rabu, 11 April 2018.

Direktur Utama Barito Pacific Agus Salim Pangestu mengungkapkan perseroan telah mendapat persetujuan dari para pemegang saham untuk melakukan penambahan modal atau rights issue sebanyak-banyaknya 5,6 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp500 per saham dalam rangka Penawaran Umum Terbatas II (PUT II).

Pemegang saham perseroan yang tidak menggunakan haknya untuk melaksanakan HMETD, maka kepemilikan sahamnya akan terdilusi sebesar maksimum 26,72 persen.

Seiring dengan penerbitan saham baru tersebut, perseroan akan menerbitkan waran sebanyak-banyaknya 1,4 miliar dengan nilai nominal Rp500. Waran diterbitkan menyertai saham baru tersebut yang akan diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif kepada pemegang saham perseroan maupun pemegang HMETD yang melaksanakan HMETD-nya.

"Kami optimistis aksi korporasi penerbitan saham baru ini mendapat sambutan positif dari pemegang saham dan investor, dengan melaksanakan HMETD nya. Sehingga, kami harapkan bisa mendapat dana sebanyak-banyaknya USD 1 miliar, yang akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha Barito Pacific," kata Agus dalam siaran persnya.

Pada kesempatan tersebut, para pemegang saham menyetujui penambahan dua Direktur baru yakni Andry Setiawan dan David Kosasih. Selain itu, pemegang saham juga menyetujui rencana perseroan yang akan mengakuisisi 66,67 persen saham Star Energy Group Holdings Pte Ltd. Akuisisi Star Energy menunjukkan komitmen dan keseriusan perseroan dalam mengembangkan bisnis di sektor energi.

Barito Pacific telah mendirikan anak usaha baru yaitu PT Indo Raya Tenaga, yang bergerak di sektor pembangkit listrik berbasis batu bara. Perusahaan joint venture antara anak usaha Barito, PT Barito Wahana Lestari dengan anak usaha PT Indonesia Power ini akan membangun pembangkit listrik Jawa 9 dan Jawa 10. Dua pembangkit listrik batubara tersebut diharapkan bisa menghasilkan listrik sebesar 2 x 1.000 megawatt.

"Dengan masuknya Star Energy ke dalam konsolidasi Grup Barito, maka struktur usaha perseroan akan semakin lengkap, serta menjadikan Barito Pacific sebagai kelompok usaha berbasis energi panas bumi dan petrokimia yang terintegrasi dan terbesar di Indonesia. Kedua sektor usaha tersebut, tentunya akan menjadi penopang utama dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan," pungkas dia.


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

1 day Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA