Menkeu Tetap Waspada Meski Rupiah Menguat

   •    Kamis, 06 Sep 2018 19:30 WIB
rupiah
Menkeu Tetap Waspada Meski Rupiah Menguat
Menteri Keuangan Sri Mulyani MI/Susanto.

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku akan tetap waspada terhadap perkembangan global yang dipenuhi ketidakpastian. Walaupun rupiah mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini. 

Dilansir Bloomberg, rupiah menguat 45 poin dengan berada pada Rp14.893 per USD. Yahoo Finance melansir rupiah naik 42 poin dengan Rp14.888 per USD, sedangkan Bank Indonesia mencatat mata uang rupiah naik dengan berada pada Rp14.891 per USD.

"Kan ini sesuatu yang terus kita hadapi ketidakpastian ini, kita tetap berjaga-jaga," kata Sri Mulyani ditemui di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 September 2018.

Penguatan rupiah dikarenakan adanya sinyal bahwa The Fed tak perlu menaikkan suku bunga secara bertahap karena ekonomi AS belum cukup kuat. Indeks dolar diperkirakan melemah di sekitar level 94,80- 95,0 terhadap euro dan poundsterling. 

Pelemahan dolar tersebut didorong oleh pernyataan Presiden The Fed St Louis James Bullard yang memberikan pernyataan bahwa The Fed harus menghentikan kenaikan tingkat suku bunga karena stance kebijakan The Fed sudah menjadi netral. Risiko perang dagang dan data ekonomi yang belum cukup kuat menjadi alasannya. 

Namun mata uang rupiah kemungkinan belum diuntungkan dari melemahnya indeks dolar tersebut seiring risiko yang masih tinggi bagi mata uang negara-negara berkembang akibat krisis keuangan yang terjadi Argentina, Turki, dan Afrika Selatan.





(SAW)