Pergerakan Rupiah Tertekan ke Rp13.518/USD

Angga Bratadharma    •    Kamis, 24 Nov 2016 09:58 WIB
kurs rupiah
Pergerakan Rupiah Tertekan ke Rp13.518/USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan pagi terpantau semakin melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di Rp13.490 per USD. Ketidakpastian ekonomi global masih terus menghantui dan memberi tekanan terhadap gerak nilai tukar rupiah.

Mengutip Bloomberg, Kamis 24 November, nilai tukar rupiah perdagangan pagi berada di posisi Rp13.518 per USD. Day range nilai tukar rupiah di kisaran Rp13.510 per USD sampai Rp13.586 per USD dengan year to date return di minus 2,16 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.583 per USD.

Nilai tukar rupiah terhadap USD di sepanjang hari ini berpeluang melanjutkan pelemahan sejalan dengan ketidakpastian ekonomi global yang masih belum mereda. Adapun pelemahan itu juga akan terus terjadi lantaran Federal Reserve atau the Fed berencana menaikkan suku bunga acuan.

Baca: Sentimen Dolar AS, Rupiah Melemah 47 Poin

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah masih terbuka dan di sisi lain imbal hasil berpeluang terus naik. Rupiah melemah pada perdagangan Kamis kemarin bersama dengan kurs lain di Asia. Pelemahan rupiah berpeluang berlanjut minggu ini merespons penguatan tajam dolar index di tengah pelemahan harga minyak mentah.


Sumber: Bloomberg

"Ketidakpastian tinggi, paling tidak, hingga tengah Desember 2016 akan menjaga tekanan depresiasi nilai tukar rupiah walaupun tren penguatan nilai tukar rupiah masih akan bertahan di jangka panjang," kata Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

Baca: Rupiah Melemah ke Rp13.458/USD di Perdagangan Pagi

Sementara itu, the Fed semakin percaya diri dan dolar index naik tajam. Dolar index naik tajam setelah notulensi FOMC meeting menunjukkan mayoritas anggota the Fed yang lebih percaya diri terhadap kenaikan Fed Fund Rate (FFR) target dalam waktu dekat. Tidak hanya US Treasury, imbal hasil negara maju lain juga naik semalam.

 


(ABD)