Diakuisisi IBK, Bank Agris Pertahankan Hubungan Kerja dengan Karyawan

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 10 Feb 2018 15:22 WIB
Bank Agris
Diakuisisi IBK, Bank Agris Pertahankan Hubungan Kerja dengan Karyawan
Ilustrasi. (FOTO: medcom.id/Rizal)

Jakarta: PT Bank Agris Tbk (AGRS) akan memberikan usaha terbaiknya untuk mempertahankan hubungan kerjanya dengan karyawan perseroan.

Hal ini terkait dengan terjadinya perubahan pengendali dalam perseroan, di mana perseroan berencana diakuisisi oleh bank asal Korea Selatan, Industrial Bank of Korea (IBK) sebanyak-banyaknya 4,59 miliar lembar saham.

Mengutip laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Sabtu, 10 Februari 2018, apabila terdapat karyawan yang tidak menyetujui rencana akuisisi tersebut, maka perseroan akan menyelesaikan seluruh hak karyawan yang harus dipenuhi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perseroan mengatakan tujuan akuisisi ini untuk memperkuat permodalan serta meningkatkan akses pendanaan domestik dan internasional. Selain itu sebagai alih teknologi dan bank yang lebih besar dan pengalaman serta meningkatkan daya saing usaha dalam industri perbankan.

Adapun saham yang akan diakuisisi yakni milik PT dian Intan Perkasa dan Benjamin Jiaravanon sebagai pemegang saham. Sehingga sesudah transaksi akuisisi, struktur kepemilikan saham dimiliki oleh IBK 87,34 persen, PT Dian Intan Perkasa satu persen, dan masyarakat 11,66 persen.

Bank Agris merupakan salah satu bank swasta nasional di Indonesia yang nasabahnya berupa nasabah individual dan badan usaha. Perseroan fokus pada retail dan komersial dengan jumlah jaringan kantor terdiri dari satu kantor pusat operasional, 10 kantor cabangm tiga kantor cabang pembantu, empat kantor kas, dan enam kantor fungsional.

Sedangkan IBK adalah perseroan yang didirikan di Korea Selatan. IBK mendukung terciptanya kemandirian kegiatan ekonomi bagi perusahaan kecil dan menengah.

Struktur permodalan dan kepemilikan saham IBK dimiliki oleh Kementerian Strategi & Keuangan Republik Korea Selatan sebesar 51,81 persen, National Pension Service sebesar 9,21 persen, Korea Development Bank sebesar 1,87 persen, The Export-Import Bank of Korea sebesar 1,52 persen, dan lain-lain sebesar 35,59 persen.
(AHL)