IPO, Distributor TOTO Tawarkan Harga hingga Rp1.520/Saham

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 16 Apr 2018 14:53 WIB
ipo
IPO, Distributor TOTO Tawarkan Harga hingga Rp1.520/Saham
Direksi PT Surya Pertiwi Tbk. Medcom/Dian.

Jakarta: Perusahaan distributor poduk saniter dan fitting bermerek TOTO, PT Surya Pertiwi Tbk berencana menjalankan penawaran umum perdana saham (IPO). Perseroan akan melepas 700 juta lembar saham atau setara 26 persen dari modal ‎yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Perusahaan akan melepas saham di harga Rp1.160-Rp1.520 per saham. Perusahaan pun akan meraup dana segar hingga Rp812 miliar hingga Rp1,06 triliun dengan IPO.

‎"Perusahaan ingin IPO dengan melepas Rp1.160-Rp1.520 per saham,"‎ ucap Direktur Utama PT Ciptadana Sekuritas Ferry Budiman, saat ditemui di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin, 16 April 2018.

‎Demi memuluskan rencana IPO, perusahaan telah menunjuk PT Ciptadana Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter). Dana hasil IPO, Presiden Direktur Surya Pertiwi Tjahjono Alim mengaku perusahaan akan gunakan untuk belanja modal, pembayaran utang, serta modal kerja. Perseroan juga akan menawarkan sahamnya hingga ke luar negeri.

"Strategi perseroan masuk bursa melalui IPO ini bertujuan untuk memperbaiki struktur modal melalui pelunasan utang dan ekspansi bisnis," kata dia.

Perusahaan telah menjadi agen tunggal TOTO sejak 1968. Kemudian, pada 1977 bersama dengan TOTO Jepang mendirikan PT Surya Toto Indonesia untuk memproduksi dan menjual produk-produk merek TOTO di bawah lisensi TOTO Jepang.

Hingga saat ini, perusahaan merupakan distributor eksklusif di lndonesia untuk produk saniter dan fitting dengan merek TOTO. Lebih dari 90 persen produk penjualan perusahaan adalah merek TOTO. Sedangkan sisanya merupakan produk dari produsen lain terutama merek Eropa. ‎Perusahaan melalui anak usaha juga memproduksi barang saniter di pabrik Surabaya dengan kapasitas produksi sekitar 500 ribu unit per tahun.

Hingga 31 Desember 2017, perusahaan memiliki 11 distributor tunggal yang mencakup 14 kota besar dan sekitarnya di luar Jabodetabek dan Surabaya, serta lebih dari 100 diler di Jabodetabek dan Surabaya. Sepanjang 2017, perusahaan telah mengantongi penjualan sebesar Rp2,14 triliun, terdiri dari 89,5 persen penjualan barang lokal dan 10,5 persen penjualan barang impor. Angka penjualan pada tahun lalu mengalami peningkatan dari posisi Rp2,07 triliun, dengan 90,9 persen pembeli berasal dari lokal.


(SAW)