Awali Pekan, Laju IHSG Ditaksir Menguat

Annisa ayu artanti    •    Senin, 20 Aug 2018 08:20 WIB
ihsg
Awali Pekan, Laju IHSG Ditaksir Menguat
Ilustrasi. (FOTO: MI/Usman Iskandar)

Jakarta: Mengawali pekan, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih cukup kuat untuk dapat kembali menggapai resisten.

Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, di tengah pekan pendek yang kembali akan dilalui, rilis data perekonomian BI rate yang menunjukkan langkah sigap pemerintah dalam menentukan kebijakan di tengah kondisi pergolakan nilai tukar diharapkan dapat menjaga situasi perekonomian.

Dalam kondisi stabil itu diharapkan dapat menopang pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang. Hari ini IHSG diprediksi menguat.

"Rilis data pertumbuhan kredit juga akan dapat  memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG hari ini," kata William dalam riset hariannya, Senin, 20 Agustus 2018.

Menurutnya, hari ini IHSG berpotensi menguat pada kisaran 5.717 sampai 5.988 walaupun pekan ini juga merupakan pekan yang pendek.

Analis Binaartha Technical Research Department Nafan Aji menambahkan, berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.747,653 hingga 5.711,509. Sementara itu, resisten pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.815,783 hingga 5.847,769.

Berdasarkan indikator, MACD sudah membentuk pola dead cross di area negatif. Namun demikian, stochastic dan RSI sudah berada di area netral.

"Masih terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan indeks saham, sehingga indeks berpeluang menuju ke area resisten," jelas Nafan.

Beberapa menu saham yang perlu diperhatikan hari ini adalah PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), serta PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Kemudian cermati pula gerak saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).


(AHL)


Kemenkeu Masih Tunggu Proposal Baru Investor Merpati

Kemenkeu Masih Tunggu Proposal Baru Investor Merpati

44 minutes Ago

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menunggu proposal baru dari calon investor yang akan meny…

BERITA LAINNYA