IHSG Masih Rawan Volatilitas

Ade Hapsari Lestarini    •    Senin, 10 Sep 2018 08:58 WIB
ihsg
IHSG Masih Rawan Volatilitas
Ilustrasi. (FOTO: MI/Adam Dwi)

Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diprediksi masih rawan volatilitas. Terutama datang dari sentimen global.

"Seperti krisis Turki dan Argentina, kekhawatiran seputar perang dagang, serta pelemahan nilai tukar rupiah. Oleh karena itu, pada hari ini IHSG berpotensi melemah," kata analis Samuel Sekuritas dalam hasil risetnya, Senin, 10 September 2018.

Meski ditutup menguat pada perdagangan harian, selama sepekan terakhir, indeks saham mencatatkan pelemahan. Dibandingkan dengan level penutupan akhir pekan lalu, IHSG tercatat melemah 2,77 persen.

Bursa saham utama di Wall Street jatuh pada perdagangan Jumat saat Presiden AS Donald Trump menyatakan tentang tarif tambahan pada barang impor dari Tiongkok. Saham Apple Inc ikut anjlok karena kebijakan tersebut mengindikasikan beberapa produknya dapat dikenakan pungutan tersebut.

Bursa saham AS mengalami tekanan setelah Trump mengatakan siap untuk mengenakan tambahan impor senilai 267 miliar yuan Tiongkok, di atas usulan USD200 miliar yang memacu kecemasan para investor.

Selama pekan kemarin, Indeks Dow Jones kehilangan 0,19 persen, S&P turun 1,03 persen, dan Nasdaq merosot 2,55 persen. Penurunan indeks Nasdaq tercatat sebagai koreksi mingguan terbesarnya sejak akhir Maret, sementara persentase penurunan mingguan S&P adalah yang terbesar sejak akhir Juni.

Sementara itu, dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat (+1,3 persen) sebesar 5.851 di tengah ketidakpastian global akibat antisipasi rencana pengenaan tarif AS-Tiongkok serta negosiasi AS-Kanada yang dinilai masih "buntu". Dalam negeri, upaya pemerintah dalam melakukan stabilisasi nilai rupiah direspons baik dengan menguatnya rupiah (+0,5 persen) ke level Rp14.820 per USD.

 


(AHL)