Kurangi Kerugian, Holcim Lakukan Efisiensi

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 17 May 2018 19:33 WIB
holcim indonesia
Kurangi Kerugian, Holcim Lakukan Efisiensi
Holcim. MI/Usman Iskandar.

Jakarta: PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) mengalami kerugian sebesar Rp332 miliar di kuartal I-2018. Rugi perusahaan mengalami peningkatan 186,2 persen, bila dibanding posisi rugi sebesar Rp116 miliar di sepanjang tiga bulan pertama 2017.

Presiden Direktur Holcim Indonesia Gary Schutz‎ ‎mengatakan, kondisi kelebihan pasokan di pasar semen masih menjadi tantangan utama, di samping konsumsi semen yang melemah akibat cuaca dan perekonomian yang sedang lesu.

Untuk mengurangi kelebihan pasokan di pasar dan ekonomi yang lesu, dia menyebutkan, Holcim berfokus dalam efisiensi biaya dan mengambil langkah-langkah transformasi komersial. Perusahaan juga berada di dalam posisi yang ‎lebih baik dengan jaringan yang lebih terintegrasi dan lini produk yang lebih lengkap.

"Kami juga siap untuk melayani pasar serta memenuhi pelanggan, mulai dari pemilik rumah hingga proyek infrastruktur dan proyek pembangunan gedung bertingkat. Komitmen kami adalah untuk menyediakan solusi-solusi inovatif dan nilai tambah bagi pelanggan. Hal ini yang membedakan kami dari kompetitor," kata Gary Schutz, ditemui di Hotel Sheraton Gandaria, Jakarta, Kamis, 17 Mei 2018.

Meski peningkatan kerugian, dia me‎ngaku, perusahaan tetap membukukan peningkatan penjualan yang tipis sebesar dua persen ke posisi Rp2,2 triliun di Maret 2018, dari posisi sebesar Rp2,15 triliun per Maret 2017.

"Kerugian banyak disebabkan oleh harga jual yang rendah serta tingginya biaya energi, jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Tingginya curah hujan serta jam kerja yang berkurang, dikarenakan ada banyak hari libur juga berkontribusi pada pencapaian yang lebih rendah," ucap dia.

Menurutnya penjualan yang menurun tipis, tidak hanya membuat peningkatan kerugian perusahaan, lalu juga menghantam laba bruto dan laba operasional perusahaan.

"Laba bruto jadi Rp291 miliar, dari Rp389 miliar. Laba operasional jadi minus Rp109 miliar, padahal ‎sebelumnya masih mencapai Rp23 miliar. Marjin laba bruto juga menyusut menjadi 13,2 persen, dari 18 persen," sebut dia.



(SAW)


Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

10 hours Ago

Bangkutnya PT Sariwangi Agricultural Estates Agency (Sariwangi AEA) dan anak usahanya yaitu PT …

BERITA LAINNYA