Sasar Hollywood, MD Pictures Lepas 1,9 Miliar Saham

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 13 Jul 2018 17:54 WIB
ipoMD Pictures
Sasar Hollywood, MD Pictures Lepas 1,9 Miliar Saham
MD Pictures berencana untuk IPO. (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan)

Jakarta: PT MD Pictures bermimpi besar bisa menggarap pasar Hollywood. Keinginan go internasional itu pun berusaha diwujudkan dengan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Pendiri sekaligus Direktur Utama MD Pictures Manoj Punjabi mengungkapkan perseroan akan melepas saham sebanyak-banyaknya 1.980.953.000 di harga Rp210 per saham. Diharapkan, perusahaan bisa meraih dana Rp416 miliar.

Perusahaan pun akan menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan konversi Mandatory Convertible Bond (MCB-) senilai Rp25 miliar atau sekitar 119.047.000 saham biasa atas nama.

"Dengan memperoleh dana dari pasar modal Indonesia maka sudah bisa menjadi bandar di industri perfilman Tanah Air. Dengan dana ini kita sudah jadi bandar, kita bisa rekrut talent, bisa kerja sama dengan siapa pun, saya sudah ada rencana internasional di Hollywood tinggal jalan. Sudah dua tahun belum jalan," ungkap Manoj, saat Public Expose IPO MD Pictures, di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat, 13 Juli 2018.

Melalui keinginan IPO ini, maka fokus perusahaan di masa mendatang akan berbeda. Perusahaan bakal lebih ekspansif dengan membuat film-film yang kualitasnya bisa dibawa ke level internasional.

"Jadi tidak ada limit untuk rekrut talent, infrastruktur studio dikembangkan dan lain-lain. Ini untuk film di Hollywood ini jadi mimpi saya sejak di MD, sekarang bisa jadi dengan IPO," ucap dia.

Seluruh dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi, lanjut dia, perusahaan akan digunakan untuk modal kerja, seperti membiayai penambahan produksi film, kontrak eksklusif (lock up) dengan artis dan sutradara, pengembangan HAKI dan pengembangan film animasi.

"Pada aksi korporasi ini, perusahaan bidang studio perfilman ini, dibantu oleh PT NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek," sebut dia.

Masa penawaran awal, dia menambahkan, akan berlangsung pada 11-17 Juli 2018 dan diharapkan bisa mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 23 Juli 2018. Untuk masa penawaran umum diproyeksikan terjadi pada 25-31 Juli 2018 dan tanggal penjatahan pada 2 Agustus 2018.

"Proses distribusi saham dan refund secara elektronik diperkirakan jatuh pada 6 Agustus 2018, kami harapkan bisa dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Agustus 2018," pungkas dia.

 


(AHL)