Adhi Karya Bidik Kontrak Baru Rp44 Triliun di 2017

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 24 Nov 2016 16:33 WIB
adhi karya
Adhi Karya Bidik Kontrak Baru Rp44 Triliun di 2017
Salah satu proyek bandara akan dikerjakan Adhi Karya. (FOTO: MI/Susanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membidik kontrak baru sebesar Rp44 triliun di ‎2017. Angka kontrak tahun depan terdiri dari proyek LRT sebesar Rp23 triliun, dan proyek non-LRT sebesar Rp21 triliun.

Menurut Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto, total kontrak untuk tahun depan banyak diraih dari proyek di luar Jawa. Dia mengungkapkan, ada kontrak proyek membangun kilang minyak di Balikpapan ‎yang nilainya mencapai Rp30 triliun. Namun, kontrak kilang minyak tersebut tidak seluruhnya dipegang perseroan, melainkan untuk banyak perusahaan.

"Ada juga pelabuhan yang cukup besar di Kalimantan Barat (Kalbar) sebesar Rp7 triliun, di Banjarmasin juga ada bandara akan dikembangkan, kemudian ada di Sorong akan dibangun pelabuhan cukup besar. Itu proyek yang akan diikuti," kata Budi, ditemui dalam acara Public Expose Adhi Karya di Hotel GranDhika Iskandarsyah, Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Baca: Adhi Karya Tambah Biaya Perlebar Jarak Rel LRT

Bukan hanya itu saja, ada juga kontrak di Bangka Belitung yang nilainya mencapai Rp400 miliar. Perseroan juga akan mendapatkan nilai kontrak dari daerah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan di tahun depan.

"Kita akan bangun bendungan di Sulsel antara kuartal III atau IV di tahun depan," tutur Budi.

Perseroan, tutur Budi, berkeyakinan‎ penuh untuk mendapat kontrak yang ditargetkan pada tahun depan. Karena, proyek infrastruktur masih baik, sehingga perlu digenjot terus menerus. "Infrastruktur proyek masih baik, makanya kita akan genjot," jelas Budi.

Baca: Per Oktober, Adhi Karya Raih Kontrak Baru Rp11,4 Triliun

Adapun A‎dhi Karya mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp11,4 triliun per Oktober 2016, atau setara dengan 63 persen dari target kontrak baru sebesar Rp17,9 triliun hingga akhir 2016.

"Pertumbuhan kontrak baru ADHI hingga Oktober 2016 mengalami peningkatan sebesar 8,2 persen bila dibanding periode yang sama tahun lalu," kata Budi.

‎Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru hingga Oktober 2016, Budi menyebutkan, masih didominasi oleh lini bisnis konstruksi sebesar 86,6 persen, dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya. Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari BUMN sebesar 39,7 persen, ABPN atau APBD sebesar 34,9 persen, sedangkan swasta atau lainnya sebesar 25,4 persen.


(AHL)