Anak Usaha Adhi Karya Bakal IPO Semester I-2017

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 24 Nov 2016 21:04 WIB
adhi karya
Anak Usaha Adhi Karya Bakal IPO Semester I-2017
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) akan mengantarkan anak usahanya, PT Adhi Persada Agung (APG) untuk melepas saham melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (IPO) di pasar modal pada semester I-2017. Rencananya, dari aksi IPO anak usaha akan meraih dana segar sebesar Rp1,5 triliun.

"‎Kami berniat melepas 35 persen saham dari modal disetor APG. Seluruh saham yang diterbitkan perseroan merupakan saham baru," ungkap Direktur Keuangan Adhi Karya Harris Gunawan, ‎ditemui dalam acara Public Expose Adhi Karya di Hotel GranDhika Iskandarsyah, Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Walaupun sudah ada niatan untuk mengantarkan anak usahanya IPO, Harris mengaku, tapi ADHI belum menunjuk perusahaan sekuritas (broker) sebagai penjamin emisi (underwriter) yang akan menyukseskan rencana pelepasan saham APG.

"Tapi, kami hanya akan menunjuk satu perusahaan efek yang akan menjadi underwriter," jelas Harris.

‎Selain itu, ADHI juga akan menjual saham preferen anak usaha APG ke sejumlah investor sebesar Rp2 triliun.‎ Saham preferen merupakan saham istimewa yang diterbitkan perusahaan. Pemilik saham tersebut bakal mendapatkan dividen sesuai dengan perjanjian saat membeli saham. Saham preferen tidak memiliki hak untuk mengelola perusahaan.

Dana dari IPO dan penjualan saham preferen demi meraih dana yang cukup besar di tahun depan.‎ Oleh sebab itu Adhi Karya perlu memperbesar ekuitas untuk memperlebar ruang memperoleh pinjaman perbankan. "‎Tahun depan kita targetkan ruang untuk pinjaman menjadi sebesar Rp24 triliun," jelas Harris.

‎Penjualan saham preferen APG, sambung Harris, akan ditawarkan ke investor strategis. Dia membidik investor strategis yang didapatkan dari industri dana pensiun (Dapen).

"Kita harapkan bakal ada maksimal lima Dapen yang menjadi investor. N‎antinya perseroan akan memberikan batas waktu kepemilikan saham preferen investor selama tiga tahun. APG memiliki opsi PUT atau membeli kembali (buy back) saham preferen tersebut," tegas Harris.

Strategi‎ keuangan dengan menjual saham preferen dilakukan untuk menalangi kebutuhan dana proyek pembangunan transit oriented development (TOD) light rail transit (LRT). ADHI membutuhkan ‎dana tersebut sembari menunggu penandatanganan kontrak LRT pemerintah. Setelah perseroan mendapatkan dana dari pemerintah, Adhi Karya akan memberikan bagian APG, kemudian APG akan membeli kembali saham preferennya.

"Seperti menerbitkan obligasi, cuma ini dalam bentuk saham," tutup Harris.


(AHL)