KSEI: Porsi Investor Domestik di Pasar Modal Naik jadi 52,62%

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 11 Aug 2017 18:03 WIB
kseiidentitas tunggal investor
KSEI: Porsi Investor Domestik di Pasar Modal Naik jadi 52,62%
Ilustrasi. (FOTO: MTVN/M. Rizal)

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) merinci kepemilikan investor lokal di pasar modal Indonesia makin meningkat menjadi 52,65 persen di akhir Juli 2017 dari porsi sebelumnya sebesar 50,07 persen. Sedangkan investor asing, sepanjang tujuh bulan pertama di tahun ini hanya sebesar 47,35 persen.

Dominasi kepemilikan investor lokal juga terlihat pada kepemilikan atas total aset Obligasi Korporasi yang tercatat di C-BEST pada 31 Juli 2017 yaitu sebesar 92 persen. Sedangkan total aset saham yang tercatat di C-BEST pada 31 Juli 2017 masih didominasi oleh investor asing dengan persentase kepemilikan sebesar 53 persen.

"Kepemilikan saham investor lokal secara nilai dan persentase mengalami peningkatan dari Rp1.065,71 triliun (36 persen) pada Juli 2016 menjadi sebesar Rp1.642,25 triliun (47 persen) pada Juli 2017,"‎ ucap Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi, ditemui di ‎Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017.

Sejalan dengan semangat untuk turut mengembangkan Pasar Modal Indonesia, menurut Friderica, KSEI selaku Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian melakukan serangkaian pengembangan infrastruktur untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi investor dan pelaku pasar.

"Hal ini sejalan dengan upaya OJK dan SRO untuk meningkatkan jumlah investor, khususnya investor lokal," ujar Kiki, demikian biasa dia disapa.

Sejak 2016, KSEI menggandeng Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia untuk proses percepatan pembukaan rekening investasi pasar modal. Dengan memanfaatkan data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik untuk layanan jasa pasar modal, maka proses pembukaan rekening efek yang sebelumnya membutuhkan waktu beberapa hari, kini hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit.

U‎ntuk mendukung kemudahan pembukaan rekening Efek, KSEI bersama Bank Administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) berencana melakukan kerjasama simplifikasi pembukaan rekening Efek, di mana calon investor yang telah memiliki tabungan di bank RDN dapat lebih cepat membuka rekening Efek karena proses pembukaan rekening Efek dapat dilakukan oleh bank.

"Ini diharapkan dapat semakin membuka akses masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal, karena jaringan perbankan yang lebih luas dan telah mencapai daerah. Untuk rencana pengembangan tersebut, saat ini KSEI tengah melakukan pembahasan dengan OJK, konsultan hukum dan para pelaku pasar," jelas Kiki.

Selain itu, guna mengakomodasi peningkatan jumlah investor dan transaksi di pasar modal, lanjut dia, KSEI melakukan penerapan teknologi terkini pada sistem penyimpanan dan penyelesaian transaksi secara pemindahbukuan generasi terbaru yaitu C-BEST Next Generation (C-BEST Next-G) yang akan diluncurkan di akhir 2017.

"Sebagai bentuk persiapan migrasi ke sistem C-BEST Next-G, kami juga telah menyosialisasikan dan memperkenalkan C-BEST Next-G kepada para pemakai jasa," pungkas Kiki.


(AHL)