IHSG Diyakini Melantai di Wilayah Hijau

Angga Bratadharma    •    Kamis, 13 Dec 2018 09:33 WIB
ihsg
IHSG Diyakini Melantai di Wilayah Hijau
Ilustrasi (ADAM DWI/MI)

Jakarta: Indeks saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup menguat di tengah pernyataan Trump yang tidak akan menaikkan tarif pada barang impor Tiongkok untuk sementara ini, hingga kesepakatan perdagangan terbaru AS-Tiongkok disepakati. Kondisi ini memunculkan optimisme di mata para investor.

Pasar Eropa kemarin, mendahului pernyataan Trump tersebut, ekspektasi terhadap semakin dekatnya kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok menjadi katalis penggerak indeks acuan di Eropa. Pagi ini dari pasar Asia Pasifik, mayoritas indeks acuan yang telah beroperasi perdagangannya dibuka menguat.

"Kami juga melihat data inflasi AS yang cenderung stagnan dan inline dengan proyeksi konsensus menjadi sentimen positif lainnya," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 13 Desember 2018.

Sementara dari pasar komoditas, harga minyak naik di tengah penurunan inventori AS dan pemotongan ekspor dari Libya, sementara harga emas naik di tengah penurunan USD terhadap nilai tukar beberapa negara. Dari data terkini makro, inflasi di November 2018 dilaporkan inline dengan ekspektasi konsensus 2,2 persen YoY vs 2,2 persen YoY.

"Dan lebih rendah dari Oktober 2018 di 2,5 persen secara YoY," ungkap Samuel Research Team.

Dari pasar dalam negeri, Samuel Research Team melihat potensi penguatan IHSG masih berlanjut, demikian pula dengan momentum January Effect yang diperkirakan masih dimanfaatkan pasar untuk melakukan aksi selektif beli.

"Nilai tukar rupiah menguat ke Rp14.550 dari Rp14.598 di hari sebelumnya, sementara EIDO semalam juga menguat," pungkas Samuel Research Team.


(ABD)


Trump Prediksi AS-Tiongkok Capai Kesepakatan
Akhiri Perang Dagang

Trump Prediksi AS-Tiongkok Capai Kesepakatan

1 day Ago

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi Amerika Serikat akan mencapai kesepakata…

BERITA LAINNYA