Dolar AS Berpotensi Hantam Rupiah

Angga Bratadharma    •    Rabu, 16 Jan 2019 12:03 WIB
kurs rupiahdolar as
Dolar AS Berpotensi Hantam Rupiah
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Jakarat: Indeks dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan menguat ke level 96,0-96,20 terhadap beberapa mata uang kuat utama dunia seperti euro dan yen. Penguatan indeks USD tersebut ditopang lemahnya data ekonomi Eropa serta jelang voting kesepakatan keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail mengatakan data pertumbuhan ekonomi Jerman sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Eropa hanya sebesar 1,5 persen di 2018. Pencapaian itu merupakan yang terendah sejak lima tahun terkahir.

"Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.100 sampai dengan Rp14.150 per USD," ungkap Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 16 Januari 2019.

Adapun pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1400 dibandingkan dengan USD1,1465 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2836 dibandingkan dengan USD1,2865 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7193 dibandingkan dengan USD0,7198.

Sementara itu, USD membeli 108,58 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 108,20 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9881 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9813 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3282 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3267 dolar Kanada.

Poundsterling telah jatuh lebih dari satu persen terhadap USD segera setelah penolakan besar-besaran Parlemen Inggris terhadap kesepakatan Brexit. Namun, poundsterling mengurangi beberapa kerugian karena investor melihat adanya kemungkinan terjadinya keputusan Brexit keras.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 155,75 poin atau 0,65 persen menjadi ditutup di 24.065,59 poin. Indeks S&P 500 bertambah 27,69 poin atau 1,07 persen, menjadi berakhir di 2.610,30 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melonjak 117,92 poin atau 1,71 persen, menjadi 7.023,83 poin.


(ABD)