ADHI Siapkan Capex Tahun Depan hingga Rp5 Triliun

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 29 Nov 2018 15:32 WIB
adhi karya
ADHI Siapkan <i>Capex</i> Tahun Depan hingga Rp5 Triliun
Direktur Keuangan Adhi Karya Enthus Asnawi Mukhson. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memproyeksikan belanja modal (capital expenditure/capex) yang akan dikeluarkan perusahaan tahun depan sekitar Rp4 triliun sampai Rp5 triliun.

Direktur Keuangan ADHI Enthus Asnawi Mukhson mengatakan anggaran terbesar akan digunakan untuk pembangunan proyek jalan tol dan properti. Sementara sebagiannya lagi akan digunakan untuk proyek air yaitu Sistem Penyedia Air Minum (SPAM).

"Saya kira capex tahun depan sekitar Rp4 triliun sampai Rp5 triliun," sebut Enthus usai public expose di kawasan Blok M, Jakarta, Kamis, 29 November 2018.

Enthus menyebutkan pendanaan tersebut diperoleh perusahaan dari kas internal dan aksi korporasi yaitu penawaran umum berkelanjutan (PUB). Tahun depan perusahaan masih memiliki ruang untuk melakukan aksi korporasi sehingga bisa meraup dana sebesar Rp2 triliun.

"Pendanaannya berasal dari dana sendiri atau utang. Kita masih punya sisa PUB dari yang lalu kira-kira Rp2 triliun," jelas Enthus.

Enthus merinci untuk pembangunan properti capex yang digunakan mencapai Rp3 triliun. Kemudian, untuk pengembangan jalan tol yakni jalan tol Solo-Yogyakarya-Kulon Progo perusahaan menganggarkan dana Rp600 miliar.

Adapun nilai investasi jalan tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo sebesar Rp23 triliun. Perseroan menargetkan pertengahan tahun depan dapat melakukan financial closing.

"Kita harapkan financial closing pertengahan 2019," imbuh Direktur QHSE dan Pengembangan V Partha Sarathi.

Enthus melanjutkan, perusahaan konstruksi pelat merah ini juga akan mengalokasikan sebagian dana untuk memperbesar porsi saham di tol-tol dalam kota. Saat ini perusahaan hanya memiliki porsi sebesar tiga persen.

"Kemudian, juga kami punya share tapi sangat kecil, ini mau tambah juga rencananya di jalan tol dalam kota yang saat ini kami hanya punya tiga persen," ujar dia.

Sementara untuk proyek air yaitu SPAM, ia menambahkan, tahun depan perusahaan akan mengerjakan pembangunan di Batam. Proyek tersebut akan memakan dana sekitar Rp1 triliun.

"Kalau SPAM nilai totalnya untuk Batam kira-kira Rp1 triliun. Bendungannya belum selesai juga. Mudah-mudahan tahun depan bendungannya sudah selesai, nanti bikin jalurnya dulu, berjalan paralel," pungkas dia.


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

16 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA