Pasar Saham Indonesia Berpeluang Menghijau di Awal 2019

   •    Rabu, 02 Jan 2019 11:03 WIB
ihsgbeipasar modal
Pasar Saham Indonesia Berpeluang Menghijau di Awal 2019
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) mampu menguat di perdagangan tutup tahunnya, Senin, 31 Desember 2018. Dow Jones ditutup menguat 1,15 persen, S&P 500 menguat 0,85 persen, dan Nasdaq bertambah 0,77 persen. Sepanjang kuartal terakhir, Dow Jones Industrial Average turun hampir 12 persen, terburuk sejak kuartal pertama 2009.

Samuel Research Team menambahkan S&P 500 dan Nasdaq Composite anjlok masing-masing 13,97 persen dan 17,5 persen serta menjadi kinerja kuartalan terburuk mereka sejak kuartal keempat 2008. Tarik ulur perang dagang antara AS dan Tiongkok menjadi faktor pergerakan bursa-bursa global.

"Terakhir, Trump berencana untuk mengeluarkan kebijakan eksekutifnya untuk mendeklarasikan kondisi darurat nasional yang akan melarang perusahaan asal AS menggunakan perangkat komunikasi buatan Tiongkok seperti Huawei dan ZTE," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019.

Di dalam negeri, Samuel Research Team menambahkan, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir 2018 menjadi yang terburuk dalam tiga tahun terakhir setelah minus 2,54 persen dalam setahun. Mengawali perdagangan usai libur tahun baru, IHSG berpeluang menguat di tengah peluang Januari Effect dan stabilitas laju inflasi Desember 2018

Sementara itu, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG masih berada di rentang tren bullish uptrend channel. "IHSG diprediksi menguat," kata Dennies, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

Dennies menuturkan gerak IHSG pada hari pertama perdagangan 2019 akan berada di rentang support 6.158 sampai 6.176 dan rentang resisten 6.212 sampai 6.230. Beberapa saham yang direkomendasikan yakni saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Prediksi yang sama juga dikatakan Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya WIjaya. Ia menilai  hari ini IHSG berpeluang menguat. Beberapa sentimen yang mendorong pergerakan IHSG adalah data perekonomian Indonesia, inflasi terkendali, dan data jumlah wisatawan manca negara yang diperediksi meningkat.


(ABD)