IHSG Berpeluang Bergerak Datar

Angga Bratadharma    •    Selasa, 13 Mar 2018 09:03 WIB
ihsg
IHSG Berpeluang Bergerak Datar
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Bursa Amerika Serikat (AS) kembali dilanda kekhawatiran seputar dampak dari tarif impor baja dan aluminium yang dapat menimbulkan perang dagang, di samping FOMC meeting di minggu depan di mana the Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga. Tidak ada data ekonomi signifikan yang keluar semalam.

"Indeks dolar AS melemah, sementara harga minyak dan batu bara menurun. Sedangkann gerak emas relatif bervariasi," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 13 Maret 2018.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup naik 1,04 persen dengan dana asing tercatat net buy Rp187 miliar di pasar reguler. IHSG diperkirakan cenderung sideways hari ini dan berpotensi diwarnai oleh sentimen eksternal dan rilis laporan keuangan emiten.


Sumber: Samuel Sekuritas Indonesia


Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan sebesar 157,13 poin atau 0,62 persen menjadi 25.178,61 poin. Indeks S&P 500 berkurang 3,55 poin atau 0,13 persen menjadi 2.783,02 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 27,51 poin atau 0,36 persen menjadi 7.588,32 poin.

Dengan tidak adanya data ekonomi utama yang keluar pada Senin 12 Maret, para investor terus menyaring laporan pekerjaan non-pertanian. Total pekerjaan non-pertanian AS meningkat 313 ribu pekerjaan pada Februari dan tingkat pengangguran tidak berubah sebesar 4,1 persen, kata Departemen Tenaga Kerja AS.

Pada Februari, rata-rata penghasilan per jam untuk semua karyawan non pertanian swasta naik empat sen menjadi USD26,75. Sepanjang tahun, rata-rata penghasilan per jam meningkat 68 sen atau 2,6 persen, lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Para analis mengatakan dengan kenaikan lapangan kerja yang kuat dan pertumbuhan gaji yang lemah, membuat laporan tersebut tidak bisa lebih positif untuk pasar, menunjukkan bank sentral AS mungkin tidak akan menaikkan suku bunga lebih dari tiga kali pada 2018.


(ABD)