Indeks Diprediksi Masih Dibayangi Aksi Jual Investor

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 09 Nov 2017 09:00 WIB
ihsg
Indeks Diprediksi Masih Dibayangi Aksi Jual Investor
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi akan kembali dihantui potensi pelemahan lanjutan, setelah kemarin ditutup menyusut 0,18 persen ke level 6.049. Namun ada harapan agar pelemahan itu tidak terlalu signifikan.

Pada perdagangan Rabu 8 November 2015, perdagangan indeks terpantau kembali ke zona merah. IHSG melemah 11,069 poin atau setara 0,183 persen ke posisi 6.049. Padahal perdagangan pagi gerak indeks masih di level 6.052.

"Pelemahan IHSG masih akan menghantui pasar dengan aksi jual investor maka indeks akan bergerak di kisaran 6.020-6.070 di hari ini," ucap Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis 9 November 2017.

Meski ada bayangan, Analis Indosurya Sekuritas William Suryawijaya‎ menambahkan, indeks bakal berusaha bergerak ke zona positif. Hal itu akan ditopang oleh perbaikan penjulan ritel yang sekaligus mencerminkan bahwa fundamental ekonomi domestik pada sektor riil masih relatif kuat.

"Saat ini IHSG terlihat akan melaju di zona positif. Hal ini ditunjang oleh sisi fundamental perekonomian kita yang terlihat cukup bagus," kata William, seraya menambahkan bahwa saat ini ‎IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 5.969, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.098.

Mengamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Kemudian, cermati juga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS).


(ABD)