Analis Perkirakan USD Bergerak Melemah

Angga Bratadharma    •    Jumat, 10 Nov 2017 11:47 WIB
kurs rupiahdolar as
Analis Perkirakan USD Bergerak Melemah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta: Pergerakan dolar Amerika Serikat (USD) mengalami pelemahan dan mendorong penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS). Dolar index cenderung melemah dalam sepekan terkahir mendorong penurunan imbal hasil obligasi. Diharapkan pelemahan ini bisa menguntungkan gerak nilai tukar rupiah.

"Dengan ekspektasi inflasi dalam jangka menengah di AS yang masih rendah didorong belum benar-benar solidnya data tenaga kerja di AS maka dolar index sedikit mengalami pelemahan dalam seminggu terkahir, dan mendorong penurunan imbal hasil obligasi AS," kata Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail, Jumat 10 November 2017.

Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun sedikit menurun dibantu pelemahan USD dan penurunan imbal hasil obligasi AS. Pelemahan USD dan penurunan imbal hasil obligasi AS membantu penurunan imbal hasil obligasi acuan pemerintah 10 tahun.

"Penurunan tersebut kemungkinan berlanjut dalam bebeapa hari ke depan seiring kemungkinan masih rendahnya data inflasi AS," ungkapnya.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 101,42 poin atau 0,43 persen menjadi berakhir di 23.461,94 poin. Indeks S&P 500 merosot 9,76 poin atau 0,38 persen menjadi ditutup pada 2.584,62 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 39,06 poin atau 0,58 persen menjadi berakhir di 6.750,05 poin.

Kohl's membukukan laba kuartalan lebih rendah dari perkiraan, terhambat oleh biaya yang lebih tinggi dan beberapa badai dahsyat. Laba per saham perusahaan itu hanya USD0,70, lebih rendah dari ekspektasi Wall Street USD0,72. Saham Kohl's turun 6,57 persen menjadi diperdagangkan pada USD38,11 per saham pada awal perdagangan.

Macy's mencatat penurunan penjualan tajam, namun kontrol inventaris yang lebih ketat membantu meningkatkan margin keuntungan, yang memungkinkan pengecer melampaui ekspektasi laba para analis. Laba per saham Macy's mencapai 23 sen, lebih tinggi dari ekspektasi pasar 19 sen. Namun, total penjualannya turun 6,1 persen menjadi USD5,28 miliar.


(ABD)