Pialang Sektor Komoditi Minim Peminat

Alwi Alim    •    Jumat, 13 Oct 2017 19:00 WIB
bursa berjangka jakarta
Pialang Sektor Komoditi Minim Peminat
Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang (paling kanan). (FOTO: MTVN/Alwi Alim)

Metrotvnews.com, Palembang: Sektor komoditi menjadi salah satu investasi unggulan perusahaan pialang. Namun sayang, sampai saat ini masih minim peminat lantaran kurangnya pemahaman dari masyarakat soal pialang.

Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang mengatakan berdasarkan data transaksi PT Rifan Financindo Berjangkan (RFB), transaksi untuk sektor komoditi dalam sebuah pialang yakni hanya 64.674 lot untuk 2017. Sedangkan untuk sektor keuangan sebesar 364.262 lot.

Meskipun begitu, jumlah transaksi yang tercatat mengalami peningkatan dibandingkan 2016. Di mana untuk sektor komoditi jumlah transaksi 38.255 lot sedangkan sektor keuangan sebesar 282.206 lot.

"Ya, ada perubahan walaupun tidak terlalu tinggi," katanya saat ditemui usai penyerahan Kota Sampah kepada BLH Palembang, Jumat 13 Oktober 2017.

Saat ini, banyak komoditi di Indonesia sehingga sangat disayangkan jika tidak diinvestasikan. Mengingat pertumbuhannya semakin hari semakin membaik. Namun, memang perlu adanya pengetahuan kepada masyarakat agar mengerti investasi pialang terutama sektor komoditi.

Menurutnya, masyarakat masih takut dalam berinvestasi lantaran banyaknya investasi bodong. Karena itu, ia menegaskan para perusahaan pialang selalu diawasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), OJK serta pihak kepolisian dan lain sebagainya.

"Jadi jangan takut berinvestasi baik sektor komoditi dan juha sektor keuangan dalam perusahaan pialang," jelas dia.

Menurutnya, mudah mengetahui investasi tersebut bodong atau tidak. Hal ini bisa dilihat dari perjalanan perusahaan tersebut, seperti kapan didirikan, serta perizinannya. Jika itu lengkap maka tentunya perusahaan itu resmi.

Sementara itu, Chief Business Officer RFB, Teddy Prasetya menambahkan, pihaknya berupaya untuk meningkatkan pemahaman soal investasi terutama pialang sektor keuangan dan sektor komoditi. Karena itu, pihaknya menggandeng universitas untuk melakukan sosialisasi.

"Kami nantinya akan melakukan penandatanganan perjanjian terkait sosialisasi perusahaan pialang bersama Fakultas Ekonomi Unsri," pungkasnya.


(AHL)