Indeks Diprediksi Belum Tinggalkan Fase Konsolidasi

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 30 Nov 2016 09:05 WIB
ihsg
Indeks Diprediksi Belum Tinggalkan Fase Konsolidasi
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih tertahan dan belum mampu bergerak cukup signifikan. Tapi, penguatan kemarin diyakini sebagai tanda indeks mulai meninggalkan fase konsolidasi.

"Penguatan‎ IHSG kemarin masih belum menembus resisten level yang ada. Gerak indeks ‎hari ini masih akan tertahan namun cenderung menguat, dengan perkiraan support pada level 5.036 dan resisten 5.210," kata ‎Analis Bahana Securities Muhammad Wafi‎, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Sementara itu, Kepala Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya‎ menambahkan, indeks pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berada dalam tekanan capital outflow, namun tetap berpeluang melanjutkan penguatan setelah kemarin berakhir di zona hijau.

Baca: Balik Arah, IHSG Kokoh di Jalur Hijau

"Sejauh ini pola pergerakan IHSG masih belum meninggalkan rentang konsolidasi. Di tengah tekanan yang terjadi, masih berlangsung capital outflow," jelas William.

Meski demikian, masih kata William, ‎posisi indeks tidak menunjukkan tekanan yang berlebihan. Bahkan potensi kenaikan masih terlihat cukup kuat dengan peluang menggapai target resisten terdekat di posisi 5.291.

Baca: Transaksi Perdagangan Rp7,3 Triliun, IHSG Menguat 0,43%

"Hari ini indeks berpotensi menguat, target resisten bisa tercapai jika support di level 5.088 masih bisa terjaga dengan baik," ungkap William.

M‎engamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

Baca; Gerak Indeks Coba Terobos Fase Konsolidasi

Selain itu, perlu pula mencermati pergerakan saham seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

 


(ABD)