Indeks Diprediksi Lanjutkan Kenaikan ke Posisi 5.881

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 11 Sep 2017 09:09 WIB
ihsg
Indeks Diprediksi Lanjutkan Kenaikan ke Posisi 5.881
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan proses kenaikan jangka pendek. Hal semacam itu dinilai bisa terjadi setelah akhir pekan kemarin mampu bertahan di zona hijau di level 5.857.

‎"‎Meski IHSG mengalami kenaikan tipis, setidaknya dapat memberikan gambaran bahwa masih terjaganya aksi beli walaupun diiringi kekhawatiran pada sentimen yang ada," ucap Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin 11 September 2017.

Pola kenaikan jangka pendek tersebut, lanjut Reza, ‎bisa kembali terjaga karena ditopang peningkatan volume beli dan sentimen positif dari dalam negeri. Tapi, tetap cermati dan antisipasi berbagai sentimen yang bisa membuat arah IHSG kembali bergerak variatif melemah.

Sementara itu, Kepala Analis Indosurya Mandiri Sekuritas William Suryawijaya‎ mengatakan, indeks masih ‎akan berada dalam rentang konsolidasi wajar paska rilis data perekonomian cadangan devisa (cadev) yang terlansir dalam posisi naik dan jauh diatas standar kecukupan International untuk impor yaitu sekitar 3 bulan‎.

Kondisi tersebut juga, masih kata William, ‎menunjukkan fundamental perekonomian masih berada dalam keadaan yang cukup stabil. Hal itu juga akan membawa indeks ke posisi resisten 5.881. Namun, posisi support 5.788 harus bisa dijaga sebaik mungkin.

‎"J‎elang rilis data penjualan ritel pun akan turut memengaruhi pola gerak IHSG. Sepanjang hari ini IHSG berpotensi menguat," terang William.

Mengamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Astra International Tbk (ASII), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP).

Selain itu, perlu pula mencermati pergerakan saham seperti PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), dan PT Adhia Karya (Persero) Tbk (ADHI).‎


(ABD)