Anak Usaha ADHI Genjot Bisnis Hunian Terintegrasi LRT

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 05 Dec 2018 20:34 WIB
adhi karyatransit oriented development
Anak Usaha ADHI Genjot Bisnis Hunian Terintegrasi LRT
Direktur Utama Adhi Commuter Properti Amrozi Hamidi (kedua dari kanan). (FOTO: dok Adhi Commuter Properti)

Jakarta: Anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Commuter Properti, membuka peluang mengembangkan kawasan properti berbasis Transit Oriented Development (TOD).

Perseroan pun saat ini tengah mengembangkan beberapa proyek dengan konsep TOD yang berlokasi menyatu dengan stasiun LRT Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek).

"Kami mengembangkan hunian berbasis TOD, tentu untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal," ujar Direktur Utama Adhi Commuter Properti Amrozi Hamidi, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 5 Desember 2018.

Menurut dia, ke depan hunian berbasis transportasi seperti ini akan menjadi pilihan masyarakat. Karena, tambahnya, berkaca pada negara-negara lain, hunian seperti ini akan menjadi pilihan masyarakat kaum sub-urban.

"Karena selain praktis, hunian seperti ini terintegrasi dengan sistem transportasi massal, yang tentu memberikan kemudahan mobilitas bagi penghuninya," tambah dia.

Dia mengatakan salah satu proyek berbasis TOD yang dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti adalah LRT City Urban Signature, yang berada disisi stasiun LRT Ciracas Jakarta Timur. Kawasan seluas 6,2 hektare (ha) ini, mengadopsi lima prinsip dasar pengembangan TOD, yakni walkable, shift and transit, connect, densify, serta mixed-use development.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran ACP Indra Syahruzza menambahkan LRT City Cicaras ini dikembangkan dalam kerja sama operasi antara PT Adhi Commuter Properti dengan PT Urban Jakarta Propertindo, dengan nilai investasi Rp2,6 triliun.

"Ini kawasan yang berisi hunian, komersial dan fasilitas pendukung ini, dikembangkan di lahan yang berada berada di sisi stasiun LRT Ciracas," jelasnya.

Kawasan ini dikembangkan dengan konsep TOD, yang mengoptimalkan penggunaan angkutan massal, dalam hal ini adalah LRT, serta mengutamakan jalur pejalan kaki dan sepeda.

Adapun pada tahap pertama pembangunan kawasan, akan dikembangkan dua tower yaitu Tower Azure dengan total unit sebanyak 1087 unit dan Tower Beige dengan total unit sebanyak 543 unit.


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

3 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA