Analis Perkirakan Rupiah Bergerak Stabil

Angga Bratadharma    •    Jumat, 11 May 2018 08:33 WIB
kurs rupiah
Analis Perkirakan Rupiah Bergerak Stabil
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)

Jakarta: Dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan bergerak melemah ke level 91,0-92,5 setelah rilis data inflasi di AS yang lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi analis. Inflasi di AS di April tercatat hanya sebesar 0,2 persen (mom) dan inti CPI hanya tercatat sebesar 0,1 persen (mom) atau di bawah ekspektasi analis masing-masing sebesar 0,3 persen dan 0,2 persen.

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan lemahnya data inflasi tersebut mendorong penurunan imbal hasil treasury AS sebesar dua bps ke level 2,96 persen. Sedangkan nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak stabil didorong melemahnya imbal hasil treasury AS serta kemungkinan dinaikannya tingkat suku bunga BI 7-D RR dalam waktu dekat.

"Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp14.100 sampai dengan Rp14.200 per USD," kata Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 11 Mei 2018.

Sementara itu, imbal hasil treasury AS bergerak turun. Imbal hasil US treasury jangka menengah (10 tahun) dan panjang di AS (30 tahun) pada selasa kemarin masing-masing turun sebesar dua bps ke level 2,96 persen dan satu bps ke level 3,11 persen seiring lemahnya data inflasi AS di April.

Harga minyak WTI dan gas kemarin masing-masing bergerak naik sebesar 0,22 persen (USD71,52 per barel) dan 0,39 persen (2,80 per MMBtu) seiring serangan roket Iran ke Israel yang meningkatkan risiko geopolitik Timur Tengah.

"Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan bergerak naik seiring kemungkinan dinaikanya tingkat suku bunga BI 7-D RR dalam waktu dekat. Imbal hasil SUN seri acuan 10 tahun kemungkinan akan begerak di rentang 7,4-8,0 persen," pungkasnya.

 


(ABD)