Faktor Eksternal Masih Membayangi Gerak Rupiah

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 12 Sep 2018 11:31 WIB
kurs rupiah
Faktor Eksternal Masih Membayangi Gerak Rupiah
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah pada pekan ini masih akan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal.

"Investor terus memantau sinyal gejolak lebih lanjut untuk mata uang pasar berkembang setelah beberapa pekan yang sangat mengkhawatirkan," jelas Research Analyst FXTM Lukman Otunuga dalam hasil risetnya, Rabu, 12 September 2018.

Dia mengatakan nilai tukar rupiah akan dipengaruhi oleh pandangan investor mengenai pasar berkembang secara umum, dengan perhatian khusus pada reaksi lira terhadap data pertumbuhan domestik bruto (PDB) terbaru Turki dan ancaman tarif dagang lebih lanjut dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Indikasi di awal perdagangan di Asia menunjukkan bahwa rupee India dan rand Afrika Selatan melemah di awal pekan ini terhadap dolar, menandakan bahwa sentimen beli terhadap mata uang pasar yang memiliki defisit neraca yang tinggi tetap sangat rendah," tambahnya.

Dia memprediksikan, dari aspek teknis, gerak mata uang Paman Sam terhadap rupiah dapat menantang level Rp14.900 per USD di jangka pendek apabila dolar terus menguat.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terlihat menguat tipis dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.857 per USD. Rupiah mampu perkasa meski USD melonjak terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB).

Mengutip Bloomberg, Rabu, 12 September 2018, perdagangan pagi dibuka menguat ke Rp14.847 per USD. Sedangkan day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.847 hingga Rp14.850 per USD dengan year to date di 9,55 persen. Sementara itu, menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.641 per USD.

 


(AHL)