Indeks Jajal Level 5.700

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 21 Apr 2017 09:38 WIB
ihsg
Indeks Jajal Level 5.700
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang hari ini diperkirakan mengalami technical rebound dalam upaya menuju target resisten psikologis di level 5.700. Penutupan perdagangan kemarin, IHSG ditutup merosot 0,2 persen ke level‎ 5.595.

"Aksi jual pelaku pasar sudah selesai. Hari ini indeks balik menguat.‎ Waktunya indeks kembali menuju 5.700," ‎ujar Analis Senior PT KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko dalam riset hariannya, Jumat 21 April 2017.

Senada, ‎Kepala Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya‎ memprediksikan hari ini indeks masih bertahan di fase konsolidsi wajar, meski dalam jangka panjang tetap berada dalam tren kenaikan.

"Untuk jangka panjang, laju IHSG terlihat berada dalam jalur uptrend. Dalam jangka pendek terlihat di rentang konsolidasi wajar," jelas William.

William menjelaskan, ‎sejauh ini gerak indeks masih menunjukkan pola penguatan, walaupun masih dalam kategori terbatas. Namun demikian, hari ini indeks memiliki potensi menguat.

Po‎tensi kenaikan tersebut ditopang oleh support di level 5.576 yang terlihat masih terjaga dengan baik dan capital inflow sebagai salah satu penunjang penguatan. "Saat ini IHSG memiliki target resisten terdekat di level 5.705," tutur William.

‎William pun merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Kemudian cermati pula pergerakan saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).


(AHL)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

3 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA