Hingga Akhir Tahun, Rupiah Ditaksir Bergerak di Rp13.400-Rp13.500/USD

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 11 Jul 2017 15:26 WIB
rupiah
Hingga Akhir Tahun, Rupiah Ditaksir Bergerak di Rp13.400-Rp13.500/USD
?Kepala Riset PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra. MTVN/Dian IS.

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎Kepala Riset PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) akan bergerak di kisaran Rp13.400-13.500 per USD hingga akhir tahun ini. Gejolak rupiah masih akan dirasakan karena masih banyak rentetan sentimen yang datang dari eksternal.

"Tekanan turun masih ada tapi tidak besar, mungkin bisa di Rp13.400-13.500 per USD. Rangenya masih kayak sekarang ini," kata Ariston, ditemui di Sahid Sudirman Center, Jakarta, Selasa 11 Juli 2017.

‎Gejolak, bilang Ariston, banyak datang dari rencana The Fed yang akan menaikkan suku bunganya di akhir tahun ini. Ketika itu terjadi, maka akan memberikan pengaruh besar bagi mata uang Garuda.

"The Fed yang paling utama menaikkan suku bunga. Selain itu masih ada sentimen lain yang datang dari eksternal. Sekali lagi The Fed naikkan suku bunga," terang Ariston.

Sentimen dari internal, Ariston mengaku, realisasi target pertumbuhan ekonomi di kuartal II akan mempengaruhi gerak rupiah. Jika masih di kisaran 5 persen, mungkin rupiah masih akan melemah.

"Tapi pelemahannya tidak terlalu, kalau masih kisaran 5 persen," terang Ariston.

‎Jika rupiah melemah, lanjut dia, dapat dipastikan Bank Indonesia (BI) akan turun ke pasar. Ketika turun ke pasar, maka rupiah akan kembali normal.

"Kemarin terakhir mengubah kebijakan tentang GWM itu bantu likuiditas, persepsinya bisa menekan rupiah ya dengan banyak uang beredar. Tapi itu membantu perekonomian Indonesia suatu saat rupiah bisa menguat lagi karena kebijakan tersebut," pungkas Ariston.


(SAW)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA