BRI Kekeh Akuisisi Sekuritas

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 10 Nov 2017 15:59 WIB
bri
BRI Kekeh Akuisisi Sekuritas
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma)

Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kekeh (berkeinginan kuat) untuk mengakuisisi perusahaan sekuritas. Tujuannya, perusahaan belum memiliki sekuritas, padahal bank pelat merah tersebut memiliki aset besar.

Rencana akuisisi sekuritas perseroan yang telah dicanangkan sejak 2016 ini terganjal restu dari Kementerian BUMN selaku pemegang saham perusahaan.‎

"Secara gesture Kementerian BUMN belum memberi restu rencana kami," kata Direktur Utama BRI Suprajarto, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat 11 November 2017.

Perusahaan BUMN ini pun telah membidik beberapa sekuritas yang berpotensi diakuisisi. Seiring dengan rencana itu, dia mengakui jika manajemen sudah duduk bersama dengan Kementerian BUMN yang dipimpin oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. ‎

Meski demikian, langkah itu masih menunggu terselesainya pembentukan holding BUMN keuangan. Pasalnya, hanya ada satu perusahaan sekuritas dari pembentukan holding BUMN sektor keuangan tersebut.

Perseroan pun masih tetap ingin mempunyai sekuritas, karena bank‎ pelat merah lainnya sudah punya sekuritas seperti Bank Mandiri dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Pada Agustus 2017, Suprajarto menambahhkan bahwa perusahaan akan mengakuisisi PT Bahana Sekuritas untuk menggenjot investasi di sektor saham.

Suprajarto mengungkapkan, ada dua perusahaan sekuritas yang sedang dibidik oleh perseroan yaitu Danareksa dan Bahana Sekuritas. Namun demikian, Danareksa dapat dipastikan tidak berlabuh ke BRI, sehingga keputusan yang tepat memilih Bahana untuk dibeli oleh perusahaan. "Sepertinya Danareksa bukan ke BRI ya," tutur Suprajarto.

Proses akuisisi tersebut, menurut dia, masih menunggu izin dari pemilik Bahan Sekuritas, yakni Kementerian BUMN. "Kalau boleh sama yang pemiliknya, sekarang belum boleh ngomong saya," tutur dia.


(AHL)