Resmi Melantai, Saham GMF AeroAsia Naik 2%

Desi Angriani    •    Selasa, 10 Oct 2017 09:49 WIB
gmf aeroasia
Resmi Melantai, Saham GMF AeroAsia Naik 2%
Suasana ketika GMF AeroAsia melakukan IPO di BEI, Jakarta (Foto: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anak Usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yakni PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia resmi mencatatkan saham perdana atau melakukan Initial Public Offering (IPO) ‎di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada pagi ini.

Pada debut perdananya, saham GMFI dibuka pada posisi Rp408 per lembar saham atau naik dua persen setara delapan poin. Harga tertinggi Rp410 per saham dan harga terendah Rp408 per saham. Volume perdagangan sebanyak 349 lot dengan frekuensi tiga kali yang menghasilkan transaksi nilai Rp14,3 juta.

Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto mengatakan pencatatan ini merupakan pencapaian dan merupakan tonggak sejarah penting bagi perusahaan. "Hal ini tidak terlepas dari para pemegang saham. Adapun total hasil penjualan dari dicatatkan maka saham mengalami oversubscribed," ujar Iwan, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

Iwan menuturkan, total saham yang ditawarkan GMF dalam IPO ini adalah sebanyak 2,82 miliar lembar saham yang keseluruhannya merupakan saham baru atau sebanyak 10 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor GMF setelah IPO.

Melalui pencatatan ini, katanya, GMF AeroAsia menjadi perusahaan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pertama yang debut di BEI. "Sekaligus menjadi emiten ke-52 di 2017 dan emiten ke-559 di pasar modal," imbuhnya.

Adapun saham dengan kode GMFI ditawarkan ke publik dengan harga Rp400 per saham. Dengan harga tersebut maka perseroan bakal mengantongi dana segar Rp1,2 triliun. Selama proses penawaran, saham GMFI mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe hingga 2,6 kali.

Adapun rencananya sekitar 60 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi baik, pengembangan kapabilitas dan kapasitas. Kemudian 25 persen, lainnya akan dialokasikan untuk modal kerja. Sedangkan sisanya, 15 persen akan digunakan untuk refinancing.

Dalam gelaran IPO, GMF telah menunjuk empat penjamin pelaksana emisi atau Joint Lead Underwriters, yaitu PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.


(ABD)