Indeks Cenderung Terkoreksi Minor

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 13 Feb 2018 09:08 WIB
ihsg
Indeks Cenderung Terkoreksi Minor
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Pergerakan ‎Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal terkoreksi minor di sepanjang hari ini. Hal itu dikarenakan indeks cenderung mengalami aksi jual lanjutan yang merupakan efek dari kenaikan di awal pekan kemarin.

"Indeks akan kembali diuji ketahanannya untuk membuat penguatan lanjutan," ucap Analis Senior Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada‎, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 13 Februari 2018.

Adanya aksi beli pada perdagangan kemarin, lanjut Reza, mampu membuat indeks naik.‎ Dia ‎berharap aksi beli masih bisa berlanjut sehingga kenaikan IHSG dapat bertahan.  "Meski demikian tetap waspadai masih adanya aksi ambil untung yang dapat membuat IHSG tertahan kenaikannya," ungkap Reza.

Senada dengan Reza, ‎Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya‎ menambahkan, indeks akan terkoreksi minor di perdagangan hari ini dengan memiliki kecendrungan untuk melanjutkan proses penguatan.

"Pergerakan IHSG masih terlihat dalam kondisi konsolidasi wajar dengan potensi kenaikan yang terlihat besar," tutur William.

Tekanan pada indeks, masih kata dia, bisa dimanfaatkan pelaku pasar sebagai momentum untuk melakukan akumulasi pembelian, mengingat fundamental ekonomi Indonesia masih cukup stabil.

"Saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 6.411, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.671," jelas William.

M‎engamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Sri Rezeki Isman Tbk (SRIL), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

‎Kemudian, cermati pula gerak saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), ‎PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP).


(ABD)