Bursa Minta Penjelasan BJB soal Pungli

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 06 Nov 2018 15:10 WIB
bank bjb
Bursa Minta Penjelasan BJB soal Pungli
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau BJB. MI/Adam Dwi.

Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) menunggu penjelasan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau BJB mengenai pemblokiran dana nasabah secara sepihak karena kasus suap yang dilakukan nasabah BJB.

Direktur Penilaian BEI IGN Nyoman Yetna mengatakan pihak bursa sudah meminta BJB untuk memberikan penjelasan. Namun hingga kini belum ada penjelasan dari pihak BJB.

"Bursa sudah meminta penjelasan kepada perseroan, kami sedang menunggu tanggapan mereka," kata Nyoman kepada Medcom.id, Selasa 6 November 2018.

Seperti diketahui, Satuan tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (saber pungli) menduga Bank Jabar Banten (BJB) melakukan pemblokiran dana nasabah secara sepihak, terutama milik aparatur sipil negara (ASN) dan guru.

"Berdasarkan pengaduan, pemblokiran dana kredit antara Rp3 juta sampai 15 juta per orang, per nasabah," ujar Sekretaris Satgas Saber Pungli Pusat Irjen Widiyanto Poesoko.

Dalam laporan yang juga dihadiri Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu, Satgas Saber Pungli pun juga menyebut adanya dugaan pelanggaran yang terjadi di Bank Woori Saudara.

Menurutnya, potensi pungli yang dilakukan BJB diperkirakan mencapai Rp2,6 triliun dengan asumsi rata-rata pemblokiran rekening sebesar Rp10 juta per nasabah.

"Dengan kalkulasi Rp10 juta dikali 10 ribu PNS (nasabah Bank BJB), dikali 26 kabupaten (yang ada di Jawa Barat), total Rp2,6 triliun," ujar dia.

Sementara itu pihak BJB enggan berkomentar soal dugaan pemblokiran dana nasabah secara sepihak itu. Awalnya, BJB hendak menggelar konferensi pers terkait dugaan pungli tersebut pada Jumat siang, 26 Oktober 2018.

Namun, acara tersebut batal diselenggarakan lantaran BJB ingin menggelar konferensi pers bersama dengan pihak Satgas Saber Pungli.

"Presscon BJB akan diundur sampai dengan waktu yang akan datang. Bersamaan dengan pihak Saber Pungli," kata Grup Head Humas Div Corsec BJB Sonny Permana.


(SAW)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

9 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA