2019, Pertumbuhan Laba Bersih Waskita Karya Diperkirakan Stagnan

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 05 Jan 2019 06:02 WIB
waskita karya
2019, Pertumbuhan Laba Bersih Waskita Karya Diperkirakan Stagnan
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)

Jakarta: PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memperkirakan laba bersih mencapai sebesar Rp4,1 triliun di sepanjang 2019, atau tidak tumbuh signifikan dibandingkan dengan capaian di 2018. Hingga kuartal III-2018, Waskita Karya mencatat laba bersih sebesar Rp3,72 triliun.

Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra mengatakan pertumbuhan laba yang stagnan di 2019 itu karena ada beberapa ruas tol yang akan beroperasi. Waskita Karya mengalokasikan sebagian dananya untuk merampungkan ruas tol tersebut.

"Di 2019 target laba kita datar. Kita prediksi ada beberapa tol akan beroperasi," kata Putra, di Hotel Raffles, Jakarta, Jumat, 4 Januari 2018.

Sementara untuk pendapatan usaha di 2019, Putra menyebutkan, perusahaan konstruksi pelat merah itu menargetkan Rp54 triliun. Waskita Karya mencatat pertumbuhan pendapatan usaha dari 2017 ke 2018 meningkat 10 persen. Melihat tren pertumbuhan pendapatan usaha, ia yakin pendapatan usaha di 2019 juga meningkat.

Waskita Karya, tambahnya, juga menargetkan kontrak baru di 2019 mencapai Rp56 triliun. Artinya nilai total kontrak yang akan dikelola menjadi Rp120 triliun. "Kemudian di 2019, proyeksi kita punya usaha yang lebih keras untuk mencapai nilai kontrak baru diangka Rp56,6 triliun. Mudah-mudahan bisa dicapai," tukas dia.

Di sisi lain, Waskita mencatat total pembayaran yang diterima atas proyek dan dana talangan tanah sepanjang 2018 sebesar RP36,75 triliun. Pembayaran proyek tersebut adalah pembayaran proyek Jalan Tol Batang-Semarang sebesar Rp5,75 triliun, dan proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang sebesar Rp3,9 triliun.

Selain itu, proyek Tol Pasuruan-Probolinggo sebesar Rp2,1 triliun, proyek Tol Salatiga-Kartasura sebesar Rp2 trillun, proyek Ruas Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung (porsi VGF Tol Semarang-Batang) senilai Rp 1,96 triliun, penerimaan proyek lainnya sebesar Rp18,23 triliun, serta adanya pengembalian dana talangan tanah sebesar Rp2,8 triliun.

Masih Berniat IPO Anak Usaha

Di sisi lain, Waskita Karya Tbk masih memiliki niatan untuk melakukan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) anak usahanya, PT Waskita Karya Realty (WKR). Putra mengatakan pihaknya sedang melihat momen yang tepat untuk melancarkan aksi IPO tersebut. Pasalnya, perkembangan pasar properti saat sudah lama stagnan.

"Kita mau IPO di Waskita Karya Realty, properti. Tapi masih melihat momen," kata Putra.

Putra berharap setelah tahun politik pasar properti kembali bergeliat. Selagi menunggu momentum baik tersebut, Waskita akan memperkuat struktur permodalan anak usaha sebelum melantai di bursa.

"Kita lihat momen dulu. Pasar properti lama stagnan, semoga setelah tahun politik bisa gerak lagi. Karena bagaimana pun juga kebutuhan rumah akan terus diperlukan masyarakat," tukasnya. Adapun rencana IPO Waskita Karya Realty sudah dirilis sejak 2017 lalu. Namun hingga kini aksi korporasi tersebut belum juga terealisasi.


(ABD)


Trump Prediksi AS-Tiongkok Capai Kesepakatan
Akhiri Perang Dagang

Trump Prediksi AS-Tiongkok Capai Kesepakatan

1 day Ago

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi Amerika Serikat akan mencapai kesepakata…

BERITA LAINNYA