Dolar AS Berpeluang Hantam Rupiah

Angga Bratadharma    •    Rabu, 30 Jan 2019 08:46 WIB
kurs rupiahdolar as
Dolar AS Berpeluang Hantam Rupiah
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Jakarta: Indeks dolar Amerika Serikat (USD) diprediksi bergerak terbatas di level 95,80-95,90 terhadap hampir seluruh mata uang utama dunia. Stabilnya USD ditopang oleh bervariasinya sentimen yang terjadi seperti ekspektasi pasar terhadap kemungkinan tidak akan dinaikannya tingkat suku bunga the Fed.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail mengatakan tidak naiknya suku bunga oleh the Fed akibat melemahnya kinerja perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat (AS) sebagai sinyal melambatnya ekonomi negara tersebut, serta kembali tingginya ketidakpastian terkait perjanjian perdagangan antara AS-Tiongkok.

"Hal itu setelah AS menuduh perusahaan teknologi Tiongkok, Huawei melanggar sanksi AS atas Iran dan membuat investor tidak dapat melepaskan USD sebagai aset safe haven," kata Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 30 Januari 2019.

Dari dalam negeri, lanjutnya, penurunan penawaran yang masuk terhadap lelang Surat Utang Negara (SUN) kemarin dari Rp55,6 triliun pada lelang SUN sebelumnya menjadi Rp48,6 triliun menjadi katalis yang cukup negatif terhadap rupiah. Sentimen dari stabilnya indeks USD dan lelang SUN kemarin kemungkinan membuat rupiah melemah.  

"Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.050 sampai dengan Rp14.100 per USD," tuturnya.

Sementara itu, pada akhir perdagangan New York, euro tidak berubah mendekati USD1,1427 dari USD1,1427 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3100 dari USD1,3157 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7148 dari USD0,7165.

Dolar AS dibeli 109,27 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 109,35 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9950 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9916 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3283 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3256 dolar Kanada.


(ABD)