Bursa Saham Indonesia Diyakini Menghijau

Angga Bratadharma    •    Jumat, 01 Feb 2019 08:45 WIB
ihsg
Bursa Saham Indonesia Diyakini Menghijau
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Indeks saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup menguat dan mencatat kenaikan terbaik di Januari untuk 30 tahun terakhir. Penguatan ditopang oleh bagusnya laporan kinerja emiten di kuartal IV-2018 serta adanya indikasi the Fed akan menahan menaikkan suku bunga acuan di sepanjang 2019.

Facebook dan General Electric mencatat kinerja di atas estimasi. Investor juga memonitor perkembangan negosiasi dagang AS–Tiongkok dan dijadwalkan akan mempertemukan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di akhir Februari. Data penting yang ditunggu investor AS adalah laporan inflasi dan PDB yang rilis minggu depan.

Dalam konteks ini, Samuel Research Team memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat hari ini menyusul kondusifnya kondisi makroekonomi serta rilis hasil kinerja perbankan yang sesuai harapan dan di atas ekspektasi di 2018. Lebih lanjut, pasar menanti data inflasi yang akan rilis hari ini serta data PDB di minggu depan.

"Nilai tukar rupiah menguat Rp13.973, sedangkan bursa syariah dan EIDO menguat," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 1 Februari 2019.

Dari pasar komoditas, harga minyak dunia menguat ke level USD61,9 per barel dan menutup harga di Januari dengan kenaikan 15 persen mom, terbaik sejak April 2016. Penguatan harga minyak ditopang oleh penurunan persediaan minyak mentah AS sebesar 2,2 juta barel setelah naik di delapan minggu terakhir serta rencana sanksi AS terhadap Venezuela.

Sedangkan harga emas menguat ke titik tertinggi di sembilan bulan terakhir ke level USD1.319 per toz menyusul laporan World Gold Council yang melaporkan permintaan emas naik empat persen ditopang oleh masifnya pembelian emas dari bank sentral.


(ABD)