Analis Perkirakan Imbal Hasil SUN Bergerak ke 7,79%

   •    Kamis, 05 Jul 2018 12:02 WIB
surat utangobligasi
Analis Perkirakan Imbal Hasil SUN Bergerak ke 7,79%
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Jakarta: Samuel Sekuritas Indonesia mengungkapkan imbal hasil surat utang Pemerintah Amerika Serikat (AS) jangka menengah (10 tahun) dan panjang (30 tahun) pada Rabu malam masing-masing naik tipis sebesar satu bps ke level 2,85 persen dan 2,99 persen. Hal tersebut didorong oleh pelemahan USD terhadap sejumlah mata uang utama dunia.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail mengatakan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan naik didorong pelemahan nilai tukar rupiah jelang rilis data cadangan devisa dan naiknya imbal hasil surat utang Pemerintah AS semalam. Namun, diharapkan pelemahan nilai tukar rupiah tertahan dengan hadirnya sentimen positif dari dalam negeri.

"Imbal hasil SUN 10 tahun kemungkinan bergerak di rentang 7,72-7,79 persen," kata Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018.

Di sisi lain, USD diperkirakan bergerak melemah di sekitar level 94,0-94,6 terhadap beberapa mata uang utama dunia terutama euro dan yen. Pelemahan tersebut didorong oleh penguatan sejumlah mata uang negara berkembang akibat intervensi bank sentral Tiongkok (PBoC) terhadap mata uang yuan yang berhasil menguat kemarin.



Ahmad Mikail mengatakan pelemahan USD tersebut berakhir dengan menguatnya yen dan euro terhadap USD sebagai aset save haven akibat kehawatiran investor terhadap realisasi pengenaan tarif impor barang Tiongkok oleh AS, esok hari. Gerak nilai tukar rupiah kemarin sempat menguat cukup tajam akibat kembali menguatnya yuan.

Jelang rilis data cadangan devisa besok, lanjut Ahmad Mikail, nilai tukar rupiah diperkirakan sedikit melemah hari ini seiring ekspektasi analis bahwa cadangan devisa akan kembali turun sebesar USD1 miliar menjadi USD121 miliar di Juni. Penurunan cadangan devisa sejalan dengan langkah intervensi yang dilakukan Bank Indonesia.

"Gerak nilai tukar rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.350 hingga Rp14.400 per USD," pungkas Ahmad Mikail.

 


(ABD)