Gerak Rupiah akan Berada di Rp13.046-Rp13.074/USD

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 18 Oct 2016 09:50 WIB
kurs rupiah
Gerak Rupiah akan Berada di Rp13.046-Rp13.074/USD
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak mata uang rupiah terhadap dolar AS (USD) diperkirakan masih akan mengalami tekanan, setelah sebelumnya diperdagangkan keok di zona merah.

Sentimen proyeksi pelemahan hari ini, menurut Analis Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada, karena banyak diakibatkan spekulasi kebijakan bank sentral terkait ekonomi global kembali muncul.‎

"Support rupiah akan berada di posisi Rp13.074 per USD, dan resisten di posisi Rp13.046 per USD," ‎ungkap Reza dalam risetnya, Selasa (18/10/2016).

Pada perdagangan kemarin nilai tukar rupiah tidak mampu melanjutkan penguatannya di zona hijau. Padahal satu pekan sebelumnya rupiah ditutup hijau karena imbas pelantikan Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM yang baru.

Reza menyebutkan, meski Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis adanya surplus neraca perdagangan Indonesia ‎di bulan September sebesar USD1,22 miliar, keadaan tersebut justru dijadikan momentum para pelaku pasar uang untuk merealisasikan keuntungannya, setelah mata uang Garuda mengalami penguatan dalam beberapa hari terakhir.

"Padahal USD cenderung melemah di perdagangan Asia seiring ekspektasi The Fed akan membiarkan laju inflasi mengalami kenaikan seiring meningkatnya daya beli masyarakat AS," jelas Reza.

Kenaikan tertinggi neraca perdagangan dalam 13 bulan terakhir, sambung Reza, diikuti dengan penurunan ekspor 0,59 persen menjadi USD12,51 miliar dan penurunan impor 2,26 persen (yoy) atau menjadi USD11,3 miliar.

Sebelumnya, Reza sudah menjelaskan jika setelah sempat terdepresiasi cukup dalam pada perdagangan sebelumnya, nilai Rupiah mampu berbalik menguat di akhir pekan. Penguatan rupiah terjadi di tengah pelemahan mata uang Asia Tenggara lainnya terhadap USD.


(AHL)