Imbal Hasil Surat Utang Mulai Menguat

Angga Bratadharma    •    Jumat, 17 Mar 2017 09:06 WIB
surat utangobligasi
Imbal Hasil Surat Utang Mulai Menguat
Ilustrasi (MI/ATET DWI PRAMADIA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Imbal hasil UST mulai kembali mengalami kenaikan merespons rendahnya angka initial jobless claims Amerika Serikat (AS) semalam. Walaupun secara umum, pasar masih memandang Federal Reserve atau the Fed yang tidak akan terburu-buru menaikkan Fed Fund Rate (FFR) target ke depan.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta membenarkan bahwa imbal hasil UST mulai stabil dan Surat Utang Negara (SUN) masih menarik. Di pasar global juga terlihat imbal hasil yang mulai berhenti turun pada perdagangan kemarin seiring dengan bank sentral utama dunia selain the Fed yang masih belum banyak melakukan perubahan pandangan.

"SUN masih turun imbal hasilnya terutama pada tenor menengah dan panjang pada perdagangan Kamis, bersamaan dengan penguatan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)," ungkap Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat 17 Maret 2017.

Sembari menunggu kepastian peringkat S&P dan FOMC meeting berikutnya yang bersamaan di Mei 2017 maka fokus akan tertuju pada inflasi Maret 2017 yang diperkirakan stabil tetapi masih akan bertahan di tren naik yang mendekati empat persen secara YoY.

Sebelumnya, the Fed pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) menaikkan suku bunga acuannya untuk kali ketiga sejak krisis keuangan global 2008. Langkah itu dilakukan karena pasar kerja menguat dan inflasi naik menuju target bank sentral.

"Mengingat realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi pasar tenaga kerja dan inflasi, bank sentral memutuskan untuk menaikkan kisaran target untuk suku bunga federal fund sebesar 25 basis poin menjadi 0,75-1,0 persen," komite pembuat kebijakan Fed mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Itu menandai kenaikan suku bunga ketiga Fed sejak krisis keuangan dan yang kedua kalinya dalam tiga bulan, menunjukkan bahwa Fed telah meningkatkan kecepatan pengetatannya karena lebih yakin dalam penguatan ekonomi AS.

Dalam sebuah pidato di Chicago awal bulan ini, Ketua Fed Janet Yellen telah mengisyaratkan bahwa laju kenaikan suku bunga di masa mendatang tidak akan selambat seperti pada 2015 dan 2016, dan kenaikan suku bunga bulan ini kemungkinan akan tepat.


(ABD)