OJK Harap Lembaga Keuangan Nonbank Banyak Serap EBA-SP

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 09 Feb 2018 14:53 WIB
ojksarana multigriya finansialsekuritisasi aset
OJK Harap Lembaga Keuangan Nonbank Banyak Serap EBA-SP
Ilustrasi. (Foto: Antara/Fanny).

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan lembaga keuangan industri nonperbankan bisa menyerap produk investasi ‎efek beragun aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP). Tingkat sekuritisasi pada KPR kurang dari satu persen hingga akhir 2017, dari total penyaluran kredit KPR telah mencapai Rp338 triliun.

"Kurang dari satu persen atau sekitar Rp‎338 triliun yang di sekuritisasi aset," kata Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Nonbank (IKNB) OJK Riswinandi, ‎ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat, 9 Februari 2018.

Dengan demikian, lembaga keuangan nonbank diminta untuk menyerap instrumen EBA-SP milik BUMN di bawah Kementerian Keuangan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). "Kami minta kepada industri keuangan nonbank untuk meningkatkan investasi di EBA-SP," ucap Riswinandi.

Dia mengungkapkan keinginan OJK untuk mengoptimalkan kinerja EBA-SP sudah dilakukan lewat ‎penerbitan dua Peraturan OJK terkait kesehatan keuangan perusahaan asuransi, reasuransi, serta investasi lembaga dana pensiun.

EBA-SP merupakan instrumen investasi yang dikeluarkan SMF sebagai perusahaan pembiayaan sekunder di sektor perumahan. Sejak 2015, SMF telah mengalirkan dana dari pasar modal ke penyalur KPR sebesar Rp35,63 triliun.

Lanjut dia, angka backlog perumahan telah ‎mencapai 13,5 juta unit hunian, sementara pemerintah masih membutuhkan dana besar untuk pembangunan infrastruktur 2015-2019. 

"Maka dari itu lembaga keuangan nonbank yang memiliki dana jangka panjang lebih potensial untuk berinvestasi di EBA-SP," pungkas Riswinandi.


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

1 day Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA