Astra Cetak Pendapatan Rp150,2 Triliun di Kuartal III

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 31 Oct 2017 20:22 WIB
astra international
Astra Cetak Pendapatan Rp150,2 Triliun di Kuartal III
Gedung Astra (dokumentasi Astra).

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Astra International Tbk (ASII) mencetak laba bersih sebesar Rp14,184 triliun di kuartal ketiga 2017, atau naik 26 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp11,277 triliun.

"Prospek kinerja hingga akhir tahun ini diperkirakan tetap positif karena penguatan harga komoditas yang terus berlanjut, meskipun ada tantangan dari peningkatan kompetisi di pasar mobil serta bertambahnya provisi kredit pada beberapa aktivitas Grup jasa keuangan," kata Presiden Direktur Astra International Tbk Prijono Sugiarto dalam keterangan tertulisnya, Selasa 31 Oktober 2017.

Laba bersih yang meningkat, bilang Prijono, dikarenakan pendapatan bersih konsolidasi pada kuartal ketiga tahun ini meningkat 14 persen menjadi Rp150,2 triliun, seiring dengan peningkatan kontribusi dari sebagian besar segmen bisnis perseroan.

Adapun kegiatan bisnis perseroan yang mendukung kinerja perseroan berdasarkan segmen bisnis, Prijono mengungkapkan, terdiri dari bisnis otomotif yang membukukan peningkatan laba bersih 10 persen menjadi Rp6,6 triliun, khususnya disebabkan oleh kenaikan penjualan mobil dan motor, meskipun terjadinya peningkatan tekanan pemberian diskon di pasar mobil.

Lalu, lanjut dia, laba bersih dari bisnis jasa keuangan naik 42 persen menjadi Rp2,9 triliun, sebagian besar karena keuntungan yang kembali dihasilkan oleh PT Bank Permata Tbk (BNLI). 

"Kemudian segmen alat berat dan pertambangan juga meningkat sebesar 80 persen menjadi Rp3,4 trilliun," tutur Prijono.

Dari segmen agribisnis, dia menuturkan, mencatatkan laba bersih meningkat sebesar 23 persen menjadi Rp1,1 triliun. Bisnis properti juga mengalami peningkatan 15 persen menjadi Rp97 miliar, sebagian besar disebabkan oleh peningkatan laba dari proyek Anandamaya Residences yang direncanakan selesai pada 2018. 

"Sementara laba bersih dari segmen teknologi informasi tercatat stabil sebesar Rp105 miliar," sebut dia.

Dia menambahkan, divisi infrastruktur dan logistik, mencatat kerugian bersih sebesar Rp66 miliar, dibandingkan dengan laba bersih sebesar Rp213 miliar pada periode sama tahun lalu, sebagian besar disebabkan oleh kerugian awal dari ruas jalan tol baru Cikopo-Palimanan.


(SAW)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

11 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA