Analis: Penguatan Rupiah Diharapkan Masih Terjadi di Akhir Pekan

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 13 Oct 2017 09:31 WIB
kurs rupiah
Analis: Penguatan Rupiah Diharapkan Masih Terjadi di Akhir Pekan
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penguatan rupiah terhadap dolar AS (USD) diharapkan dapat terjaga agar tidak kembali terperosok. Hal itu akan dibantu oleh beberapa stimulus positif yang datang dari dalam negeri.

Diketahui, sepanjang perdagangan Kamis 12 Oktober 2017, mata uang rupiah tercatat menguat 26 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp13.504 per USD. Padahal pada pembukaan perdagangan, nilai rupiah masih berada di Rp13.511 per USD.

"Stimulus positif dari dalam negeri diharapkan rupiah jadi menguat, termasuk juga gerak USD yang melemah juga diharapkan membantu rupiah menguat," ‎kata Analis Senior PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, dalam riset hariannya, Jumat 13 Oktober 2017.

Adanya potensi penguatan ini, diharapkan akan membuat gerak rupiah berada di kisaran support Rp13.530 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di Rp13.484 per USD. "Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah," tutur Reza.

Dia menambahkan, pergerakan rupiah cenderung flat di perdagangan hari kemarin, seiring respons pelaku pasar terhadap pembacaan rilis risalah pertemuan The Fed.

Di satu sisi, tambah Reza, mata uang Garuda yang sempat menguat sejalan dengan melemahnya USD setelah merespon risalah The Fed tersebut. Di mana sejumlah pengamat maupun pelaku pasar masih mengkhawatirkan rendahnya inflasi.

Notulen rapat FOMC memperlihatkan belum adanya suara bulat untuk menaikkan bunga di akhir tahun ini‎. "Pertumbuhan ekonomi AS dinilai belum konsisten dan dibutuhkan kesabaran sebelum menaikkan bunga, itu juga yang membuat USD melemah," jelas Reza.

Akan tetapi, Reza menyebutkan, rupiah yang pernah melemah tipis karena imbas dari menguatnya mata uang euro yang memanfaatkan pelemahan USD dan antisipasi jelang pertemuan ECB. "Meski begitu pada akhirnya nilai rupiah menguat," pungkas dia.


(AHL)