Ancora Godok Right Issue untuk Cari Dana

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 04 Dec 2018 19:24 WIB
ancora indonesia resources
Ancora Godok <i>Right Issue</i> untuk Cari Dana
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)

Jakarta: PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) sedang menggodok aksi korporasi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pendanaan dalam dua tahun mendatang.

President Director OKAS Rolaw P Samosir mengatakan pendanaan tersebut akan dialokasikan untuk modal kerja anak usahanya. Perusahaan sedang mempertimbangkan akan melakukan obligasi atau right issue.

"Kita memang akan melakukan aksi korporasi, tapi saat ini kita masih melihat seperti aksi korporasi apa yang akan dilakukan di 2019 atau bahkan di 2020," kata Rolaw di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018.

Rolaw menuturkan perusahaan membutuhkan pendanaan sekitar USD25 juta untuk anak usahanya yang bekerja dibidang pertambangan emas yaitu PT Indotan Lombok Barat Bangkit.

Setelah mengakuisisi tambang emas di wilayah Lombok Barat pada 2017 lalu, perusahaan membutuhkan pendanaan sebesar USD4 juta di 2019 dan USD21 juta di 2020.

"Kita butuh dananya di USD25 juta sampai tambang kita itu bisa melakukan produksi," ucap dia.

Sementara untuk anak usaha lainnya yaitu PT Multi Nitrotama Kimia (MNK), perusahaan juga membutuhkan permodalan untuk melakukan investasi proyek peledakan (blasting), pabrik booster, dan realiability pabrik ammonium nitrate di 2019. Dari seluruh rencana kerja itu MNK membutuhkan dana sekitar USD3,5 juta.

"Dananya yang kita perlukan itu USD3,5 juta," sebut dia.

Berdasarkan laporan keuangannya, pada kuartal III-2018, OKAS mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 36,91 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu menjadi USD102,004 juta.

Pendapatan tersebut berasal dari penjualan barang pabrikasi amonium nitrat (AN) sebesar USD30,71 juta, penjualan emulsi sebesar USD2,35 juta, bahan peledak USD10,59 juta, dan asam nitrat USD45,34 juta.

Meski pendapatannya tumbuh, beban pendapatan perusahaan naik 25,81 persen dari sebelumnya USD69,88 juta menjadi USD87,91 juta. Laba kotor OKAS tercatat sebesar USD14,13 juta. Sehingga rugi bersih menjadi USD3,072 juta.


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

3 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA