Sesi Siang, IHSG Berbalik Melemah

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 11 Jul 2017 12:16 WIB
ihsg
Sesi Siang, IHSG Berbalik Melemah
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga penutupan sesi pertama siang ini masih fluktuatif. Setelah dibuka menguat, IHSG harus kembali berada di jalur merah.

Pantauan Metrotvnews.com, Selasa 11 Juli 2017, IHSG melemah tipis 0,602 poin atau setara 0,11 persen ke posisi 5.770. Pada bel pembukaan, IHSG sempat berada di posisi 5.772.

Volume perdagangan saham hingga siang ini terpantau sebanyak 3,3 miliar lembar saham senilai Rp2,1 triliun. Sebanyak 157 saham menguat, 127 saham melemah, 111 saham stagnan, dan terjadi 129.274 kali frekuensi.

Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga turun 1,323 poin atau setara 0,137 persen ke posisi 965. Sedangkan indeks saham syariah JII masih terpantau naik 1,617 poin atau setara 0,218 persen ke 742.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya yakni PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) stabil menguat Rp155 ke Rp780, PT Wicaksana Overseas International Tbk (WICO) naik Rp54 ke Rp434, dan PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) menguat Rp46 ke Rp366.

Sedangkan saham-saham yang masuk jajaran top loosers di antaranya yakni PT Prodia Widyahusada Tbk melemah Rp170 menjadi Rp3.750, PT First Media Tbk (KBLV) turun Rp130 ke Rp870, dan PT Sierad Produce Tbk (SIPD) merosot Rp100 ke Rp800.




Kepala Analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas, William Suryawijaya‎, dalam keterangan risetnya, mengatakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi wajar, pasca mencetak rekor tertinggi di level 5.910, akibat dukungan kekuatan fundamental perekonomian domestik.

Tingkat IHSG, menurut William, memiliki support terdekat yang akan berupya dipertahankan pada level 5.767, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 5.886.

‎‎"Indeks juga akan ditopang oleh proyeksi positif terhadap rilis data tingkat kepercayaan konsumen. Nantinya akan mendorong indeks lewat beli saham-saham pilihan," jelas William.


(AHL)