IHSG Melemah Lagi

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 19 May 2017 09:22 WIB
ihsg
IHSG Melemah Lagi
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini kembali dibuka melemah setelah sempat rebound.

Pantauan Metrotvnews.com, Jumat 19 Mei 2017, IHSG turun 7,608 poin atau setara 0,135 persen ke posisi 5.637 pada pukul 09.14 WIB. Pada bel pembukaan perdagangan pagi, IHSG sempat dibuka ke level 5.643.

Volume perdagangan saham pagi ini dibuka sebanyak 886,1 juta lembar senilai Rp394,05 miliar. Sebanyak 98 saham menguat, 65 saham melemah, 97 saham stagnan, dan terjadi 31.807 kali frekuensi.

Tercatat indeks saham unggulan LQ45 turun 2,61 poin atau setara 0,3 persen ke posisi 938. Indeks saham syariah JII justru menguat 0,28 poin menjadi 720.

Pagi ini, seluruh sektor terpantau bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Sektor yang menguat hanya dari properti. Sementara konsumer menjadi yang paling melemah sebesar 7,94 poin.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya yakni PT MNC Land Tbk (KPIG) naik Rp105 ke Rp1.295, PT Victoria Investama Tbk (VICO) naik Rp66 ke Rp334, dan PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) menguat Rp70 ke Rp680.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top loosers di antaranya yakni PT Merdeka Cooper Gold Tbk (MDKA) merosot Rp200 ke Rp2.100, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) melemah Rp55 ke Rp1.810, dan PT Forza Land Indonesia Tbk (FORZ) turun Rp50 menjadi Rp570.

Kepala Analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas William Suryawijaya memprediksi gerak indeks masih akan kembali meningkat dengan didorong oleh beberapa rilis data ekonomi yang cukup positif, seperti tidak adanya perubahan suku bunga acuan dan ekonomi stabil.

"Hari ini, IHSG berpotensi menguat dengan rilis data ekonomi yang terlansir," ungkap William.

Namun demikian, mengingat hari ini adalah akhir pekan, maka pola gerak IHSG memiliki potensi dalam tekanan terbatas. Meski demikian, bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk melakukan akumulasi pembelian, jika terjadi tekanan wajar.


(AHL)