Ruang Penguatan Rupiah Diperkirakan Cenderung Melemah

Angga Bratadharma    •    Selasa, 18 Apr 2017 08:37 WIB
kurs rupiah
Ruang Penguatan Rupiah Diperkirakan Cenderung Melemah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)

Metrotvnews.com, Jakarta: Surplus neraca perdagangan menjaga posisi likuiditas dolar Amerika Serikat (USD) dan ketidakpastian politik bertahan. Adapun nilai tukar rupiah yang sempat menguat di pembukaan akhirnya mengalami pelemahan di penutupan Senin walaupun mayoritas kurs di Asia menguat terhadap USD.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, surplus dagang yang konsisten tinggi gagal menopang pergerakan nilai tukar rupiah yang saat ini pergerakannya lebih didominasi ketidakpastian menjelang Pilkada Jakarta yang dijadwalkan Rabu besok.

"Dalam jangka menengah ruang penguatan nilai tukar rupiah terbuka walaupun akan cenderung lemah di jangka pendek," kata Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa 18 April 2017.

Sementara itu, pergerakan USD terus terpuruk dan data Tiongkok lebih baik. Dolar index melanjutkan penurunannya hingga dini hari tadi masih merespons Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang lebih lunak terhadap proteksi dagang AS. Data AS yang kurang baik juga menambah alasan untuk USD tidak terlalu kuat.

"Pertumbuhan Tiongkok yang lebih baik dari perkiraan perlahan mengurangi efek flight to safety dan harga emas mulai terkoreksi," kata Rangga.

 


(ABD)