Implementasi Tarif Trump Buat IHSG Berpeluang Melemah

Angga Bratadharma    •    Jumat, 06 Jul 2018 08:31 WIB
ihsg
Implementasi Tarif Trump Buat IHSG Berpeluang Melemah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tepat sebelum implementasi tarif impor untuk barang dagang Tiongkok senilai USD34 miliar, yang akan diberlakukan di Jumat ini. Saham berbasis teknologi menjadi penopang penguatan bursa AS dengam saham Intel dan Walgreens Boots Alliance memimpin penguatan.

Samuel Research Team mengungkapkan investor di AS saat ini bersiap dengan potensi pengenaan tarif impor balasan dari Tiongkok. Sementara dalam ikhtisar the Fed, the Fed berencana menaikkan suku bunganya sebanyak dua kali hingga akhir tahun ini. Data klaim pengangguran tercatat sebesar 231.000 atau masih dalam tren pengetatan.

Dari pasar komoditas, lanjut Samuel Research Team, harga minyak tercatat melemah usai dirilisnya data persediaan minyak mentah AS yang secara mengejutkan naik 1,2 juta barel, jauh di atas estimasi konsensus yang meramalkan penurunan 3,5 juta barel. Sementara Presiden AS Donald Trump meminta OPEC untuk menaikkan produksi minyaknya.



"Itu dengan tujuan untuk menurunkan harga minyak. Di sisi lain, harga emas stabil meski the Fed berencana menaikkan suku bunga," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih kata Samuel Research Team, diperkirakan kembali melemah setelah adanya kekhawatiran AS akan mengkaji ulang perdagangan antara Indonesia dan AS. Hal tersebut berpotensi menurunkan kegiatan produksi sejumlah sektor yang bertujuan ekspor ke AS.

"Selain itu, IHSG juga berpotensi terpengaruh sentimen global dari implementasi tarif impor AS terhadap Tiongkok. Sedangkan nilai tukar rupiah ditransaksikan melemah ke Rp14.385 per USD dan EIDO ditutup menguat," pungkas Samuel Research Team.

 


(ABD)