BRI Catat Kredit Tumbuh 16,4% di Kuartal I-2017

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 20 Apr 2017 11:28 WIB
bri
BRI Catat Kredit Tumbuh 16,4% di Kuartal I-2017
Ilustrasi BRI (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI mencatat menyalurkan kredit sebesar Rp653,1 triliun disepanjang kuartal I-2017. Dengan pencapaian ini maka pertumbuhan kredit BRI mencapai 16,4 persen dibandingkan dengan penyaluran kredit di akhir Maret 2016 sebesar Rp561,1 triliun.

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan, kenaikan penyaluran kredit ini terutama didorong oleh penyaiuran kredit di sektor UMKM. Tercatat BRI telah menyalurkan kredit senilai Rp471 triliun atau sebesar 72,1 persen dari keseluruhan portofolio kredit BRI.

"Dari penyaluran tersebut, kredit mikro masih memegang porsi terbesar dari seluruh segmen kredit BRI, yakni sebesar 33 persen atau senilai Rp216,1 triliun dari seluruh kredit yang disalurkan," kata dia, dalam sebuah konferensi pers, di Kantor Pusat BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis 20 April 2017.

Selain itu, Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih menjadi fokus BRI di tahun ini, di mana selama tiga bulan di awal tahun ini BRI mampu menyalurkan KUR senilai Rp14,11 triliun kepada lebih dari 763 ribu debitur baru. Dari penyaluran tersebut, 30 persen di antaranya disalurkan ke sektor produktif.

"Target di akhir tahun, BRI mematok minimal 40 persen penyaluran KUR kepada sektor produktif sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Dengan pencapaian tersebut, apabiia dihitung sejak KUR skema baru diluncurkan pada Agustus 2015, secara total BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp99,7 triliun kepada lebih dari 5,6 juta debitur," jelas dia.

Suprajarto menambahkan, dengan pertumbuhan kredit yang signifikan, BRI berhasil menjaga kualitas kredit yang disalurkan. Pada kuartal I-2017 rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) secara gross sebesar 2,16 persen atau turun dibandingkan dengan NPL gross kuartal I-2016 sebesar 2,22 persen.

"Khusus untuk segmen mikro, rasio NPL gross sebesar 1,35 persen di akhir Maret 2017. BRI juga meningkatkan NPL Coverage menjadi sebesar 181,55 persen atau naik dibandingkan dengan NPL Coverage kuartal I-2016 sebesar 150 persen," lanjut Suprajarto.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI berhasil tumbuh sebesar 11 persen, dari Rp631,7 triliun di kuartal I-2016 menjadi Rp701,2 triliun di kuartal I-2017. Secara komposisi, dana murah (CASA) masih mendominasi sebesar 56,63 persen atau naik dibandingkan dengan CASA di kuartal I-2016 sebesar 56,54 persen.

"Pertumbuhan ini tidak lepas dari salah satu strategi Bank BRI, yakni implementasi transaction banking dalam rangka pemberian layanan perbankan yang terintegrasi bagi nasabah," pungkasnya.

 


(ABD)