Gerak Rupiah Diperkirakan Cenderung Melemah

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 14 Aug 2017 08:15 WIB
kurs rupiah
Gerak Rupiah Diperkirakan Cenderung Melemah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan masih akan mengalami pelemahan di hari pertama pada awal pekan ini. Karena, pelaku pasar cenderung masih menjauhi sejumlah mata uang soft currency, sehingga rupiah terhalangi proses kenaikannya.

‎"Meski pelemahan yang ada membuat posisi rupiah terlihat semakin rendah, tapi rupiah juga menyimpan peluang untuk pembalikan arah jika didukung oleh sentimen yang ada," ujar ‎Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada‎‎, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin 14 Agustus 2017.

Sentimen yang dimaksud, lanjut dia, jika pelaku pasar dapat merespons surplus neraca pembayaran Indonesia di kuartal II-2017. ‎Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II-2017 surplus sebesar USD700. Hal itu ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang lebih besar dari defisit transaksi berjalan.

Dengan keadaan itu, surplus NPI mendorong peningkatan posisi cadangan devisa (cadev) dari USD121,8 miliar pada akhir kuartal I-2017 menjadi USD123,1 miliar per Juni 2017.  ‎‎Masih adanya potensi pelemahan, Reza menambahkan, untuk tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat mata uang Garuda kembali melanjutkan pelemahannya.

"Rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran support Rp13.415 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di level Rp13.324 per USD," terang Reza.

Pada akhir pekan kemarin, Reza menyatakan, nilai rupiah cenderung kembali mengalami pelemahan, seiring belum meredanya sentimen ketegangan di Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara.

Di sisi lain, harga emas yang menuju level USD1.300 per troy ounce, seiring dengan meningkatnya permintaan pasar akibat ketegangan tersebut turut membuat sejumlah mata uang soft currency, termasuk rupiah yang kembali tertekan.


(ABD)