Investasi Obligasi Diproyeksikan Menurun Tahun Depan

Nia Deviyana    •    Selasa, 11 Dec 2018 16:09 WIB
pasar modalobligasi
Investasi Obligasi Diproyeksikan Menurun Tahun Depan
llustrasi (MI/Ramdani).

Jakarta: Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Iindonesia (Pefindo) Salyadi Saputra memperkirakan adanya penurunan investasi obligasi atau surat utang pada 2019. Penurunan ini karena tingginya tingkat suku bunga dan tahun politik.

"2019 mungkin tidak akan sebagus 2017. Pertama karena faktor tingkat suku bunga yang tinggi. Lalu tahun politik, yang menjadi tantangan dalam menerbitkan obligasi," ujar Salyadi saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 11 Desember 2018.

Dia memperkirakan jika pada tahun depan suku bunga diperkirakan naik mengikuti langkah fed dengan kenaikan sebanyak tiga kali maka investasi obligasi pada 2019 ada di kisaran Rp130 triliun. Angka ini lebih kecil dibandingkan investasi obligasi pada tahun ini yang berada pada kisaran Rp135 triliun.

"Angka itu masih di bawah 2017 yang sampai Rp150 triliun," tambah dia

Meski demikian, Pefindo masih melihat kemungkinan peluang turunnya suku bunga apalagi jika nilai tukar rupiah terhadap dolar stabil. Asumsi rupiah dalam RAPBN 2019 sebesar Rp15.000 per USD.
 
"Kembali lagi pada bagaimana kurs rupiah," pungkasnya.

Harga obligasi ditentukan oleh perubahan suku bunga. Jika suku bunga alami kenaikan maka harga obligasi, dalam jangka panjang, akan turun dan sebaliknya.

Obligasi merupakan salah satu investasi efek berpendapatan tetap yang bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil dengan risiko yang relatif lebih stabil juga dibandingkan dengan instrumen investasi seperti saham. Investasi seperti saham biasanya memiliki risiko sangat tinggi.

Ada beberapa jenis obligasi pada umumnya. Pertama, obligasi pemerintah yaitu obligasi dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN) yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia.  

Pemerintah menerbitkan obligasi dengan kupon tetap (seri FR- Fixed Rate), obligasi dengan kupon variable (seri VR –Variable Rate), dan obligasi dengan prinsip syariah/sukuk negara. Kedua, obligasi korporasi yaitu obligasi berupa surat utang yang diterbitkan oleh korporasi Indonesia baik BUMN maupun korporasi lainnya.

Sama seperti obligasi pemerintah, obligasi korporasi terbagi atas obligasi dengan kupon tetap, obligasi dengan kupon variabel, dan obligasi dengan prinsip syariah. Ada obligasi korporasi yang diperingkat dan ada yang tidak.

Ketiga, obligasi ritel yakni yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia dan dijual kepada individu atau perseorangan melalui agen penjual yang ditunjuk oleh pemerintah. Biasanya ada beberapa jenis yaitu ORI atau sukuk ritel.


(SAW)