Rupiah Sore Semakin Melemah ke Rp13.069/USD

Angga Bratadharma    •    Senin, 17 Oct 2016 16:23 WIB
kurs rupiah
Rupiah Sore Semakin Melemah ke Rp13.069/USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan sore di awal pekan ini terpantau bergerak semakin melemah dibandingkan dengan perdagangan pada pagi tadi di Rp13.059 per USD. Nilai tukar rupiah belum mendapat sentimen positif signifikan untuk terus mengalami penguatan dan menekan USD.

Mengutip Bloomberg, Senin 17 Oktober, nilai tukar rupiah di perdagangan sore berada di posisi Rp13.069 per USD melemah 36 poin atau setara 0,27 persen. Day range nilai tukar rupiah berada di Rp13.037 per USD sampai Rp13.086 per USD dengan year to date return di minus 5,19 persen.

Sementara itu, menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.048 per USD. Level terendah nilai tukar rupiah di posisi Rp13.018 per USD dan level tertinggi nilai tukar rupiah di Rp13.070 per USD. Sedangkan menurut Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.054 per USD.


Sumber: Bloomberg

Sebelumnya, K‎epala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada memperkirakan, nilai tukar rupiah terhadap USD akan bergerak di area support Rp13.057 per USD, dan resisten di level Rp12.996 per USD. Dalam hal ini, nilai tukar rupiah memiliki potensi untuk terus bergerak menguat di masa-masa mendatang.

Baca: Inflasi Stabil, Rupiah Diperkirakan Bergerak Menguat

Reza menambahkan, ‎setelah sempat terdepresiasi cukup dalam pada perdagangan sebelumnya, gerak nilai tukar rupiah mampu berbalik menguat di akhir pekan. Penguatan nilai tukar rupiah terjadi di tengah pelemahan mata uang Asia Tenggara lainnya terhadap mata uang negeri Paman Sam.

Baca: Rupiah Pagi Dibuka Melemah di Rp13.058/USD

"Pergerakan rupiah yang anomali tersebut disebabkan oleh adanya pandangan para pelaku pasar yang menilai inflasi Indonesia di Oktober diperkirakan stabil dan diikuti oleh perbaikan data-data lainnya serta ekspektasi akan progres pembangunan infrastruktur di Indonesia," ungkap Reza.

Adapun ‎membaiknya data consumer prices inflation Tiongkok memberikan kesempatan bagi mata uang yuan untuk menguat dan mengimbangi USD, sehingga membuat USD tak berdaya terhadap mayoritas mata uang dunia lainnya. Di mana hanya GBP dan JPY yang mengalami pelemahan.

 


(ABD)