AP I Catat Obligasi dan Sukuk Ijarah di Bursa

Husen Miftahudin    •    Senin, 28 Nov 2016 11:14 WIB
angkasa pura ii
AP I Catat Obligasi dan Sukuk Ijarah di Bursa
Ilustrasi (MI/Atet Dwi Permata)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I mencatat perdagangan untuk obligasi dan sukuk ijarah di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Pencatatan untuk obligasi sebesar Rp2,7 triliun, sementara sukuk ijarah sebanyak Rp540 miliar.

Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi AP I Novrihandri mengungkapkan, pada Oktober 2016, perseroan telah melakukan penawan obligasi I sebesar Rp2,5 triliun dan sukuk ijarah I senilai Rp500 miliar. Semenjak penawaran, AP I mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed masing-masing Rp200 miliar untuk obligasi dan Rp40 miliar untuk sukuk ijarah.

"Dari penawaran kemarin sekitar total Rp3 triliun, Rp2,5 triliun yang konvensional, Rp500 miliar berupa sukuk. Ternyata oversubscribed menjadi Rp2,7 triliun bookbulding dan sukuk ijarah Rp540 miliar," ujar Novrihandi, di Gedung BEI, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Senin (28/11/2016).

Baca: AP I Dimandatkan Jadi Pengelola Terminal Kargo

Kedua aksi korporasi tersebut merupakan bagian dari pendanaan eksternal yang diperkirakan mencapai Rp25 triliun hingga 2020. Dana tersebut nantinya dimanfaatkan untuk pengembangan lima bandara.

"Total pendanaan sampai 2020 itu Rp25 triliun. Nanti digunakan untuk membangun lima bandara, Ahmad Yani Semarang, Syamsudin Noor Banjarmasin, New Yogyakarta Kulon Progo, Juanda Surabaya, dan Hasanuddin Makassar," paparnya.

Baca: AP I Uji Kemampuan Personel Bandara Ngurah Rai

Menurut dia, pembangunan dan pengembangan kelima bandara tersebut merupakan hal mendesak. Karena saat ini kapasitasnya sudah tak mampu lagi untuk menampung atau lack of capacity.

"Ini akan meningkatkan kualitas layanan, kepuasan pengguna jasa bandara, serta untuk mengimbangi laju pertumbuhan penumpang pesawat udara yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan kinerja operasional dan finansial perusahaan," tuturnya.

Baca: AP I akan Terbitkan Obligasi Rp3 Triliun & Sukuk Rp500 Miliar

Adapun obligasi dan sukuk ijarah diterbitkan dalam tiga seri, yakni Seri A dengan tenor lima tahun, Seri B tujuh tahun, dan Seri C 10 tahun. Besaran bunga tetap untuk seri A adalah 8,10 persen per tahun, Seri B 8,40 persen per tahun, dan Seri C 8,55 persen per tahun.

Dalam aksi korporasi ini, perseroan menunjuk Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, dan BCA Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter), dan Bank Mega sebagai wali amanat.

 


(ABD)